PALANGKA RAYA – Perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dibawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran terhadap mahasiswa terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak dibatasi berdasarkan asal daerah. Mahasiswa dari luar Kalimantan Tengah yang sedang menempuh pendidikan di provinsi ini juga mendapatkan perhatian dan bantuan. Hal itu dibuktikan dengan kehadiran mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan dari berbagai daerah, di halaman Istana Isen Mulang (IMM), pada Sabtu (19/9/2026).


Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden menyampaikan bahwa mahasiswa yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri dari mahasiswa yang memiliki KTP Kalimantan Tengah maupun luar daerah. Meski berbeda asal, mereka dinilai tetap menjadi bagian dari masyarakat Kalimantan Tengah selama berada dan menuntut ilmu di daerah ini.

“Meskipun ber-KTP luar daerah, selama berada di sini, kalian semua adalah bagian dari masyarakat Kalimantan Tengah,” ujarnya.


Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo juga menegaskan bahwa perhatian pemerintah diberikan kepada seluruh mahasiswa yang berada di Kalimantan Tengah. Hal tersebut termasuk mahasiswa dari luar daerah yang sedang menjalani pendidikan di berbagai perguruan tinggi.

Bantuan yang diberikan meliputi kebutuhan dasar seperti sembako, nutrisi, vitamin, masker hingga dukungan air bersih. Bantuan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menghadapi dampak karhutla terhadap masyarakat.


Gubernur Kalteng mengatakan bantuan yang disalurkan memang tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa. Pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi masyarakat luas yang terdampak kondisi karhutla.

Dengan perhatian tersebut, mahasiswa diharapkan tetap dapat menjalankan aktivitas pendidikan di tengah situasi yang belum sepenuhnya normal. Pemerintah juga mendorong mahasiswa untuk tetap menjaga kesehatan dan ikut berkontribusi dalam menghadapi kondisi karhutla.

(Rzn/Foto: Media Disdik)