Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dibawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran terus berinovasi dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul, khususnya di sektor pertanian. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah pembukaan program Diploma 1 (D1) di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) yang difokuskan untuk mendukung program nasional cetak sawah rakyat.

‎Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengungkapkan bahwa program ini ditargetkan segera berjalan setelah izin prinsip dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi diterbitkan. Bahkan, penyerahan izin tersebut direncanakan pada 23 mendatang sebagai bagian dari dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto.

‎“D1 dibuka di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, dan insya Allah tanggal 23 izin prinsipnya akan keluar. Ini untuk mendukung program mulia Bapak Presiden Prabowo Subianto, yaitu cetak sawah rakyat,” ucap Reza dalam dialog pada program Hallo RRI, Senin (20/4/2026).

‎Ia menjelaskan, program ini dirancang untuk mencetak tenaga terampil di bidang pertanian yang siap langsung terjun ke lapangan. Menariknya, program ini terbuka bagi siapa saja, termasuk lulusan S1 yang ingin mengambil keahlian praktis di sektor pertanian.

‎“Tidak masalah, kata Pak Gubernur, walaupun sudah S1 tapi mau ambil D1 lagi silakan, karena ini langsung kerja,” jelasnya.

‎Reza menambahkan, konsep pembelajaran D1 ini lebih menekankan pada praktik dibanding teori, dengan komposisi 70 persen kegiatan di lapangan dan 30 persen di kelas. Mahasiswa nantinya tidak hanya belajar, tetapi juga langsung terlibat dalam aktivitas pertanian yang memiliki nilai ekonomis.

‎“70 persen di lapangan, 30 persen di kelas. Jadi ketika mereka belajar menanam atau membajak sawah, itu sudah ada nilai ekonomisnya. Bahkan alat seperti traktor itu juga ada hitungan per meternya, jadi langsung terasa manfaatnya,” ungkapnya.

‎Dengan konsep tersebut, lulusan D1 tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga pengalaman kerja nyata sejak masa pendidikan. Program ini diharapkan menjadi solusi cepat dalam mencetak tenaga kerja produktif sekaligus memperkuat sektor pertanian di Kalimantan Tengah.

(Rzn/Foto: Media Disdik)