PALANGKA RAYA – Seleksi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi Jenjang Dikdas, Dikmen, dan Diksus Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 melibatkan unsur akademisi, organisasi profesi, pengawas pendidikan, serta praktisi pendidikan sebagai dewan juri. Kegiatan yang ditutup di Aula Berkah Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (7/10/2026), diikuti 144 peserta, terdiri atas 69 kepala sekolah dan 75 guru.

Keterlibatan dewan juri dari berbagai latar belakang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan seleksi. Berdasarkan laporan panitia, penilaian dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari administrasi, penilaian kompetensi, hingga penilaian karya dan praktik baik yang dipresentasikan peserta.

Ketua Panitia, Juliansyah, mengapresiasi kerja dewan juri dan seluruh pihak yang terlibat. Dalam laporan panitia ditegaskan, “Seluruh proses penilaian dilaksanakan oleh Dewan Juri sesuai dengan kriteria dan instrumen yang telah ditetapkan,” sehingga penetapan pemenang mengacu pada mekanisme penilaian yang telah disiapkan.


Untuk jenjang PAUD dan SD, dewan juri terdiri atas Rusnanie, Nahri Fauzan, Hardani, Ady Ferdian Noor, Aceng Rosadi, dan Imanuri.

Pada jenjang SMP dan SKH, tim juri melibatkan Yatin Mulyono, Khoirotun Nisa, Ridwan Sidiq, I Wayan Sarman, Febri Sugiyanto, dan Dina Fahdiani.

Sementara itu, penilaian untuk jenjang SMA dan SMK melibatkan Gunarjo S.B., Diplan, Agon, Made Pujangga, Risa Lisdarini, dan Gufron Firmansyah. Para juri berasal dari unsur perguruan tinggi, organisasi profesi, pengawas pendidikan, serta guru dan kepala sekolah berprestasi.

Selain dewan juri, kegiatan ini dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah. Di antara tamu undangan yang tercantum dalam daftar panitia ialah Arianson, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan; Nikarther, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pulang Pisau; Manat Simanjuntak, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan; serta I Ketut Sukajaya, Kepala BGTK Provinsi Kalimantan Tengah.

Perwakilan bidang dan seksi yang menangani guru dan tenaga kependidikan dari sejumlah kabupaten/kota juga tercatat dalam daftar undangan untuk mendukung koordinasi dan penguatan pembinaan tenaga pendidik di daerah.

Ketua Panitia, Juliansyah, menyampaikan apresiasi kepada dewan juri, peserta, pendamping, panitia, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan. Profesionalisme, objektivitas, dan tanggung jawab dewan juri menjadi bagian penting dalam proses penilaian untuk menetapkan peserta terbaik.

Dalam sambutan penutupan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat mutu pendidikan melalui guru dan kepala sekolah yang profesional, berintegritas, inovatif, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik.


Panitia menetapkan penghargaan berupa piagam, piala atau plakat, serta uang pembinaan bagi para pemenang. Juara I menerima Rp7,5 juta, Juara II Rp5 juta, Juara III Rp3,5 juta, Harapan I Rp2 juta, Harapan II Rp1,5 juta, dan Harapan III Rp1 juta.

Pada penghargaan khusus tingkat kabupaten/kota, Kota Palangka Raya ditetapkan sebagai Juara Umum dengan 12 kemenangan. Sementara itu, Muhammad Nurcholik dari Kabupaten Lamandau ditetapkan sebagai Juara Terbaik Kepala Sekolah Berprestasi dan Aristanika dari Kabupaten Kapuas sebagai Juara Terbaik Guru Berprestasi Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026.

Melalui pelaksanaan seleksi ini, Disdik Kalteng berharap pengalaman, karya, dan praktik baik yang dihasilkan peserta dapat terus dikembangkan serta dibagikan melalui komunitas belajar dan forum pendidikan. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan oleh para penerima penghargaan, tetapi juga dapat memperluas dampak positif bagi satuan pendidikan dan murid di seluruh Kalimantan Tengah.

(Rzn/Foto: Media Disdik)