‎Palangka Raya – Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menegaskan bahwa program digitalisasi pendidikan yang tengah digencarkan bukan sekadar menghadirkan teknologi, tetapi menjadikan sekolah sebagai pusat peradaban baru di setiap daerah.

‎Hal tersebut disampaikannya saat zoom meeting, Selasa (21/4/2026), dalam agenda pembentukan Jurnalis Sekolah yang diikuti oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Humas serta peserta didik.

‎Menurutnya, kehadiran teknologi di sekolah harus mampu menjawab keterbatasan yang selama ini dihadapi masyarakat, khususnya di wilayah terpencil. Ia menyebut, sekolah kini didorong menjadi pusat akses utama, baik untuk internet maupun energi.

‎“Kalau di suatu daerah bapak/ibu tidak ada internet, maka internet itu sudah ada di sekolah bapak/ibu melalui penyediaan Starlink. Bahkan kalau di sekitar sekolah tidak ada listrik, sekolah bapak/ibu tetap menyala dengan panel surya,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, pihaknya tengah menyiapkan dukungan paket internet Starlink dengan skema penggunaan unlimited selama satu tahun. Namun, ia juga meminta pemahaman dari pihak sekolah apabila dalam pelaksanaannya masih terdapat keterbatasan akibat kebijakan efisiensi anggaran.

‎“Kami mohon maaf jika ada kendala paket, karena kondisi efisiensi memaksa kita berhemat. Bahkan saat ini di Dinas Pendidikan pun belum banyak kegiatan yang berjalan,” ungkapnya.

‎Meski demikian, Disdik Kalteng tetap berupaya menjalankan program prioritas, salah satunya melalui pelaksanaan tryout UTBK bagi siswa. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut diambil demi memastikan kesiapan peserta didik menghadapi ujian.

‎“Kegiatan tryout UTBK kemarin kita jalankan meski dengan segala keterbatasan. Anak-anak kita akan ujian, jadi mau tidak mau harus kita percepat. Sementara kegiatan lain masih menunggu,” jelasnya.

‎Lebih lanjut, ia mengakui bahwa keterbatasan bukan hanya dirasakan di tingkat dinas, tetapi jauh lebih besar dihadapi oleh pihak sekolah. Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi tinggi kepada para tenaga pendidik yang tetap mampu berinovasi di tengah berbagai tantangan.

‎“Kalau bicara hebat, justru Bapak dan Ibu di sekolah yang lebih hebat karena langsung menghadapi kondisi di lapangan,” katanya.

‎Ia pun mengajak seluruh insan pendidikan, khususnya Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, untuk tidak menyerah dan terus berinovasi. Menurutnya, peran humas sangat strategis dalam membangun citra dan menyampaikan perkembangan positif sekolah kepada masyarakat.

‎“Jangan menyerah, terus maju, terus berinovasi. Amanah sebagai wakil kepala sekolah bidang kehumasan itu luar biasa dan harus dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

‎Melalui penguatan digitalisasi dan peran kehumasan, diharapkan sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi pusat informasi, inovasi, dan peradaban yang mampu mendorong kemajuan daerah di Kalimantan Tengah.

(Rzn/Foto:Media Disdik)