
PANGKALAN BUN – Perkembangan teknologi digital harus menjadi peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, bukan justru membuat mereka kehilangan waktu. Pesan tersebut disampaikan Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan saat bersama Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran dalam kunjungan kerja ke SMAN 1 Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Jumat (28/8/2026).
Di hadapan para siswa, Kapolda mengaku senang dapat kembali mendampingi Gubernur Kalteng dalam kunjungan ke sekolah. Menurutnya, setiap kali Gubernur berkunjung ke berbagai daerah, sekolah selalu menjadi salah satu tempat yang mendapat perhatian.
“Saya berbahagia bisa bersama-sama dengan Pak Gubernur hadir di sekolah ini, karena saya sudah sangat sering mendampingi beliau ke daerah-daerah dan setiap ke daerah selalu mengunjungi sekolah-sekolah,” ujar Iwan.

Kehadiran Gubernur di sekolah, lanjutnya, menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana proses pendidikan berlangsung di daerah. Kapolda menyebut Gubernur tidak hanya datang untuk bertemu siswa, tetapi juga ingin memastikan perkembangan pendidikan dan fasilitas pembelajaran benar-benar dirasakan oleh peserta didik.
Hal tersebut terlihat ketika rombongan mengunjungi ruang kelas. Kapolda mengapresiasi penggunaan teknologi pembelajaran berupa interactive panel yang telah tersedia di setiap kelas. Menurutnya, fasilitas tersebut dapat menjadi media yang mempermudah siswa dalam memahami pelajaran sekaligus membuka ruang kolaborasi.
“Ini dipakai untuk mempermudah kalian belajar, menjadi media belajar,” katanya.
Menurut Iwan, perkembangan teknologi telah mengubah cara manusia belajar, berkomunikasi dan bekerja. Karena itu, dunia pendidikan juga harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Kehadiran fasilitas pembelajaran digital di sekolah menjadi salah satu bentuk adaptasi tersebut.
Namun, ia mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi harus diikuti dengan kemampuan menggunakannya secara bijak. Para siswa jangan sampai hanya menjadi pengguna yang menghabiskan waktu untuk melihat berbagai konten di media sosial.
“Dengan seiring teknologi yang berkembang, kalian jangan sampai membuang waktu hanya untuk melihat media sosial. Tetapi manfaatkan teknologi ini untuk kalian bisa lebih menjadi seorang pencipta, bukan hanya konsumen,” tegasnya.

Kapolda mendorong para siswa tidak sekadar melakukan scrolling di media sosial, tetapi mulai menghasilkan karya yang positif. Menurutnya, media sosial dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus membangun rekam prestasi.
“Bukan hanya melihat scrolling dari media sosial, tetapi kalian bisa membuat suatu karya-karya di media sosial tersebut, sehingga kalian akan lebih bijak untuk menggunakan media sosial,” pesannya.
Tak hanya untuk berkarya, teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas jaringan. Iwan meminta para siswa menggunakan internet untuk berkenalan, bertukar pengetahuan dan membangun hubungan dengan orang-orang yang memiliki kompetensi dari berbagai daerah bahkan berbagai negara.
“Manfaatkan itu supaya bisa kalian punya jaringan dan working dengan orang-orang yang hebat, sehingga bisa menambah pengetahuan kalian, akademis kalian, dan kalian akan menjadi orang sukses untuk ke depan,” ujarnya.
Kapolda kemudian memberikan satu pesan penting yang menurutnya harus benar-benar diperhatikan para pelajar, yakni menjaga rekam jejak digital.
Ia mengingatkan bahwa apa yang dilakukan seseorang di internet dapat meninggalkan jejak yang sewaktu-waktu dapat kembali terlihat di masa depan. Karena itu, siswa harus berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan memastikan setiap aktivitas digital yang dilakukan memberikan dampak positif.
“Jadi ingat, apa yang kalian lakukan sekarang akan masih terekam di masa-masa yang akan datang. Oleh sebab itu, buatlah rekam jejak yang positif, rekam jejak yang baik,” tegas Iwan.

Di sisi lain, Kapolda juga memberikan kabar menggembirakan bagi para pelajar berprestasi di Kabupaten Kotawaringin Barat. Ia membuka peluang bagi siswa yang memiliki prestasi dan berminat mengikuti pembinaan menuju institusi kepolisian.
Menurutnya, para siswa yang ingin mendapatkan pembinaan dapat diarahkan untuk berlatih di Polres Kotawaringin Barat. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi putra-putri daerah untuk mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi kepolisian.
“Yang berprestasi nanti saya perintahkan bisa berlatih gratis di Kobar. Nanti yang menginginkan daftar, nanti dia akan dibimbing supaya kalian bisa masuk ke kepolisian,” ungkapnya.
Selain pendidikan dan masa depan siswa, Kapolda turut mengajak generasi muda menjadi bagian dari upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Terlebih, kunjungan tersebut juga dilakukan dalam rangka melihat penanganan kabut asap dan kondisi Karhutla di wilayah Kalteng.
Ia meminta para siswa ikut menyampaikan pesan kepada keluarga, tetangga dan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan.
“Mari kita jaga lahan kita, kita jaga hutan kita supaya tetap lestari dan juga bisa memberi manfaat buat kehidupan kita,” katanya.
Iwan juga memberikan perhatian serius terhadap bahaya narkoba. Ia meminta para pelajar berani mengatakan tidak terhadap narkoba dan tidak ragu menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
“Kalian harus berani mengatakan, ‘Stop narkoba!’” tegasnya.

Ia memastikan masyarakat, termasuk pelajar yang memberikan informasi terkait narkoba, tidak perlu takut. Informasi yang disampaikan akan dijaga kerahasiaannya demi keamanan pelapor dan kepentingan bersama.
Menutup pesannya, Kapolda memberikan dorongan kepada para siswa agar terus menjaga kesehatan, semangat belajar dan tidak berhenti mengembangkan kemampuan.
“Saya percaya suatu saat akan lahir para pemimpin-pemimpin negeri berasal dari Kotawaringin Barat ini,” pungkas Iwan.
(Rzn/Foto: Media Disdik)
Baca juga : Pernah Dibully karena Jadi Hansip, Pangdam Kini Berdiri di Depan Siswa: “Masa Depan Ada di Tangan Kalian”
Baca juga : Gubernur H. Agustiar Sabran: Jangan Takut Bermimpi, Pendidikan Adalah Jalan Memutus Rantai Kemiskinan
Baca juga : Bupati Kobar: Kehadiran Gubernur Agustiar Sabran Jadi Motivasi untuk Perkuat Pendidikan