PALANGKA RAYA – Senyum dan rasa syukur mewarnai penyaluran 3.500 paket bantuan pangan bagi mahasiswa terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Rabu (16/9/2026). Bagi mahasiswa yang tinggal jauh dari orang tua dan berasal dari daerah terdampak, bantuan tersebut dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah yang sangat berarti di tengah kondisi kabut asap yang masih dirasakan.

Salah seorang mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR), Amelia, mengaku senang sekaligus terbantu dengan bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Menurutnya, karhutla turut memberikan dampak terhadap mahasiswa, termasuk mereka yang harus bertahan hidup jauh dari keluarga. “Dengan dampak kebakaran hutan ini kami merasa banyak sekali teman-teman, terutama saya yang terdampak dan dengan bantuan ini kami merasa sangat terbantu,” ungkap Amelia.

Apresiasi serupa disampaikan Gita Belia Anggraini, mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas PGRI Palangka Raya. Berasal dari daerah, Gita memahami bagaimana kondisi ekonomi keluarga dapat ikut terdampak ketika aktivitas masyarakat terganggu akibat kabut asap. “Sangat bermanfaat untuk kami yang dari daerah pelosok karena mata pencaharian orang tua kami di daerah sana sangat kurang, apalagi dampak kabut asap,” tuturnya. Ia mengatakan mahasiswa juga telah bergerak membantu masyarakat dengan membagikan masker dan vitamin.

Dari Katingan Hulu, Jessy Rahmawati, mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, juga merasakan manfaat bantuan tersebut. Mahasiswa asal Tumbang Senamang itu mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap masyarakat di tengah karhutla. “Hal-hal yang telah Pak Gubernur lakukan untuk kami itu sangat berguna,” katanya. Jessy juga mengajak mahasiswa dan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum benar di media sosial.

Sementara itu, Elsa Septiana, mahasiswa AKBID Betang Asi Raya asal Lamandau, menilai bantuan tersebut sangat berarti bagi mahasiswa yang harus hidup mandiri jauh dari keluarga. “Sangat membantu untuk mahasiswa yang jauh dari orang tua, apalagi kebakaran dan kabut asap membuat orang tua jadi susah mata pencahariannya,” ujarnya. Elsa yang bercita-cita menjadi bidan juga menyampaikan keinginannya untuk kembali ke daerah asal setelah lulus dan mengabdi kepada masyarakat.

Bantuan tersebut juga mendapat apresiasi dari Rafli Abdullah Putra, mahasiswa UIN Palangka Raya asal Bekasi, Jawa Barat. Sebagai mahasiswa yang tinggal di kos, bantuan kebutuhan pangan dinilainya dapat meringankan pengeluaran sehari-hari. “Bantuan seperti pangan seperti ini sangat membantu kami sebagai mahasiswa yang lagi ngekos,” kata Rafli. Ia menambahkan, mahasiswa melalui organisasi kampus juga kerap ikut turun membantu ketika terjadi kebakaran di tengah masyarakat.

Hal senada disampaikan Amelia Sandra, mahasiswa IAKN Palangka Raya dari Program Studi Pendidikan Agama Kristen. Ia mengatakan bantuan pangan sangat berguna bagi mahasiswa dan mengapresiasi berbagai program yang diberikan pemerintah. “Bantuan pangan untuk mahasiswa ini berguna bagi mahasiswa semuanya dan semua program dari Pak Gubernur juga semua didukung,” ujarnya.
(Rzn/Foto: Media Disdik)
Baca juga : Ribka Bawin Hatalasinta Lumamba Harumkan Kalteng, Juara 1 Nasional Lewat Inovasi Talawang
Baca juga : Tak Sekadar Salurkan Bantuan, Gubernur Agustiar Sabran Serap Aspirasi Mahasiswa soal Akses Pendidikan
Baca juga : Gubernur Agustiar Sabran: Bantuan Pangan untuk Mahasiswa Wujud Kepedulian di Tengah Karhutla