SERUYAN – Harapan untuk kembali melanjutkan
pendidikan akhirnya terbuka bagi Lilis,
seorang lulusan SMP asal Kecamatan Danau Seluluk, Kabupaten Seruyan, yang
sempat tidak dapat melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya. Kisah Lilis
mendapat perhatian langsung saat Kadisdik
Kalteng Muhammad Reza Prabowo berdialog langsung dengan masyarakat pada kegiatan
bantuan pangan Gubernur Kalimantan Tengah di halaman Kantor Kecamatan Danau
Seluluk, Minggu (4/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kadisdik Kalteng berdialog dengan Nisa, ibu Lilis, dan mengetahui bahwa putrinya telah lulus SMP sejak 2025 namun belum dapat melanjutkan pendidikan. Reza kemudian memastikan data Lilis segera ditindaklanjuti agar dapat kembali bersekolah. “Pesan Pak Gubernur Jangan takut lagi anak-anak kita tidak bisa melanjutkan pendidikan ke SMA. Gubernur bantu Ibu, kita minta datanya supaya nanti hari Senin sudah kita daftarkan sebagai murid,” tegas Reza.

Pada momen itu, Reza Prabowo juga menyerahkan
bantuan uang tunai dari Gubernur kepada Lilis untuk membeli keperluan dan
kebutuhan sekolah, seperti membeli seragam, sepatu, tas dan buku. Reza juga
memperkenalkan secara langsung Kartu
Huma Betang Sejahtera (KHBS) kepada masyarakat yang hadir. Ia menjelaskan
bahwa kartu tersebut memberikan manfaat pendidikan bagi anak-anak keluarga
penerima yang melanjutkan pendidikan pada jenjang SMA, SMK, dan SKH. “Yang punya Kartu Huma Betang ini, semua
murid SMA sederajat yang orang tuanya punya kartu ini, sekolahnya tidak ada
dipungut biaya apa pun untuk SMA sederajat,” jelasnya.
Menurut Reza, dukungan pendidikan tersebut
tidak berhenti pada pembebasan biaya sekolah. Pemerintah Provinsi Kalimantan
Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran juga memberikan
bantuan perlengkapan pendidikan bagi penerima yang memenuhi ketentuan. “Ada bantuan seragam gratis dari Bapak
Gubernur. Seragam itu bukan cuma baju seragam saja, tapi sampai sepatu juga
ada. Ada alat tulis juga,” ungkapnya.
Penjelasan tersebut diperkuat Sekda Kalteng Linae Victoria Aden yang menegaskan bahwa KHBS untuk sektor pendidikan menyasar jenjang yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. “Yang masuk di dalam jaminan itu SMA sederajat, yaitu SMA, SMK, dan SKH. Bukan dari TK, SD, SMP, karena SD dan SMP menjadi tanggung jawab kabupaten/kota,” jelasnya. Ia menambahkan, pemegang KHBS mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan akses pendidikan. “Kalau ada putra-putrinya yang mau sekolah di jenjang SMA, didaftarkan. Nanti dibantu sampai kuliah. Ini adalah program dari Bapak Gubernur Kalimantan Tengah,” lanjutnya.

Sekda juga mengingatkan masyarakat yang
merasa memenuhi kriteria namun belum memiliki KHBS agar tidak ragu mendaftarkan
diri. “Bagi yang belum mempunyai KHBS
tapi merasa berhak, silakan nanti untuk mendaftar. Akan dibantu, sekolahnya
gratis, dapat bantuan seragam, dapat bantuan sepatu,” katanya. Ia pun
menekankan bahwa bantuan tersebut harus diikuti dengan dukungan orang tua agar
anak dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik.
Saat ditemui usai kegiatan, kepada awak
media, Nisa, selaku orang tua Lilis,
ia menilai bantuan tersebut menjadi sebuah harapan baru bagi keluarganya.
Ia mengaku sempat kebingungan ketika Lilis lulus SMP tetapi tidak memiliki
biaya untuk melanjutkan sekolah. “Kemarin
ketika lulus, mau sekolah, tapi enggak ada biayanya. Saya terima kasih sama Pak
Gubernur atas bantuan kepada anak saya untuk sekolah,” ungkap Nisa dengan
penuh rasa syukur.
Nisa juga menyampaikan rasa bangganya kepada Gubernur Kalteng atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat. “Semoga Pak Gubernur sehat selalu, membantu rakyat yang kecil. Anak saya akhirnya bisa sekolah. Kami bangga sama Pak Gubernur. Semoga Bapak diberikan kesehatan dan panjang umur sekeluarga,” tuturnya.

Sementara itu, Lilis mengaku memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan di SMK Negeri Hanau. Ia pun menyampaikan
rasa terima kasih setelah mendapatkan kepastian bahwa dirinya kembali
memperoleh kesempatan untuk bersekolah. “Saya
pengen sekolah di SMKN Hanau. Makasih untuk Pak Gubernur sudah mau biayain
sekolah saya. Terima kasih sudah membuat saya bisa lanjut sekolah,” kata
Lilis.
Lilis diketahui telah lulus SMP pada 2025.
Artinya, apabila sejak saat itu dapat langsung melanjutkan pendidikan, saat ini
dirinya seharusnya sudah memasuki kelas XI. Namun, kondisi ekonomi keluarga
membuat langkah pendidikannya sempat terhenti. “Kalau dari lulus SMP langsung nyambung sekolah mungkin sekarang sudah
kelas 2 SMK,” ujar Lilis.
Kisah Lilis menjadi gambaran nyata bagaimana Kartu Huma Betang Sejahtera diharapkan mampu membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi alasan seorang anak kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan. Melalui program tersebut, harapan Lilis untuk kembali mengenakan seragam sekolah kini kembali terbuka.
(Rzn/Foto: Media Disdik)
Baca juga : Gubernur Agustiar Sabran Pastikan SMAN 1 Cempaga Dibangun Kembali Tahun Ini
Baca juga : 51 Calon Fasilitator Daerah Disiapkan, Kadisdik Kalteng Dorong Transformasi Pembelajaran hingga 10 Ribu Guru
Baca juga : SPI KPK 2026 Kalteng Naik Jadi 71,81, Disdik Perkuat Kesadaran dan Karakter Murid