SUKAMARA – Program sekolah gratis di Kalimantan Tengah tidak hanya dirasakan siswa di wilayah perkotaan, tetapi juga telah berjalan hingga kawasan pedalaman dan perbatasan. Salah satunya di SMAN 1 Balai Riam, Kabupaten Sukamara, yang mampu memberikan layanan pendidikan tanpa pungutan kepada siswa melalui pengelolaan sumber daya dan dana sekolah secara optimal.
Hal tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo saat mendampingi kunjungan Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran ke SMAN 1 Balai Riam, Kamis (27/8/2026). Menurutnya, keberhasilan sekolah memberikan pendidikan gratis tidak terlepas dari kemampuan kepala sekolah dalam mengelola anggaran dan seluruh potensi yang dimiliki sekolah.
“Banyak sekolah-sekolah di luar sana walaupun mendapat dana BOS tetapi masih ada pungutan di sekolah, tetap ada sumbangan di sekolah. Kepala sekolah kalian ini hebat me-manage sekolah ini karena bisa gratis sekolah kalian,” ujar Muhammad Reza Prabowo.

Ia menilai, pengelolaan dana BOS secara tepat dan bertanggung jawab menjadi salah satu kunci agar kebutuhan operasional sekolah dapat dipenuhi tanpa membebani siswa dan orang tua. Karena itu, kepala sekolah dituntut mampu mengoptimalkan setiap sumber daya yang tersedia untuk memastikan hak siswa memperoleh pendidikan yang layak tetap terpenuhi.
Tidak hanya bebas pungutan, SMAN 1 Balai Riam juga mampu menyediakan dukungan teknologi pembelajaran bagi siswa di wilayah pedalaman. Salah satunya melalui koneksi Starlink yang tetap dapat dimanfaatkan untuk mendukung digitalisasi pembelajaran tanpa membebankan biaya kepada siswa.
“Starlink kalian juga nyala, tanpa memungut ke kalian. Beliau menggerakkan seluruh upaya dan daya,” tegas Kadisdik, mengapresiasi kepemimpinan kepala sekolah dalam mengoptimalkan berbagai dukungan yang tersedia.
Menurut Muhammad Reza Prabowo, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis bukan alasan untuk memberikan layanan pendidikan yang terbatas. Sekolah di pedalaman pun dapat menghadirkan pendidikan gratis sekaligus pembelajaran berbasis teknologi, sepanjang dikelola dengan baik dan memiliki komitmen kuat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada siswa.
Kisah SMAN 1 Balai Riam menjadi gambaran bahwa sekolah gratis bukan sekadar kebijakan, tetapi dapat diwujudkan melalui kolaborasi, tata kelola anggaran yang baik dan keberanian sekolah mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki. Dari pedalaman Kalteng, pendidikan gratis dan berkualitas terus diupayakan hadir tanpa membebani siswa dan orang tua.
(Rzn/Foto: Media Disdik)