Palangka Raya – Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di SMAN 2 Karau Kuala berlangsung seperti biasa melalui Zoom Meeting. Namun, suasana kelas virtual tersebut mendadak menjadi berbeda ketika muncul peserta dengan nama “POSKO KARHUTLA GUBERNUR” yang ternyata merupakan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo.

‎Pengalaman tersebut diceritakan Hendra Kurniawan, guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMAN 2 Karau Kuala. Saat pembelajaran berlangsung, Reza menyapa dirinya dan mulai menanyakan nama, asal sekolah, kelas yang diajar hingga mata pelajaran yang diampu.

‎“Saya menjawab, nama saya Hendra Kurniawan, asal SMAN 2 Karau Kuala, mengajar di kelas XII dan kami melaksanakan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti,” ujar Hendra, Rabu (2/9/2026).

‎Tak hanya memperkenalkan diri, Hendra juga sempat ditanya Reza mengenai suara yang terdengar kurang jelas. Hendra menjelaskan kemungkinan hal tersebut disebabkan kendala jaringan. Reza pun memakluminya. Setelah itu, Reza kembali menanyakan kabar seluruh peserta didik sekaligus memastikan pelaksanaan PJJ sudah memasuki hari ke berapa.

‎“Beliau menyampaikan bahwa beliau sudah memantau pembelajaran kami dari awal masuk dan beliau sangat mengapresiasi anak didik kami yang tetap semangat belajar walau dalam pembelajaran dari rumah,” ungkap Hendra.

‎Menurut Hendra, Reza juga memberikan pesan kepada para siswa agar PJJ tetap dilakukan dengan disiplin layaknya belajar di sekolah. Salah satunya dengan tetap mengenakan pakaian seragam dan mengikuti pembelajaran dengan sikap yang baik.

‎“Beliau berkata, walau pembelajaran dari rumah tetap belajar layaknya seperti di sekolah, menggunakan pakaian seragam sekolah,” kata Hendra.

‎Reza juga mengingatkan para siswa untuk tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi karhutla dan kabut asap. Para siswa diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan. Bahkan, ketika mengetahui ada beberapa siswa yang bergabung belajar di satu tempat karena terkendala sinyal, Reza ikut menanyakan kondisi mereka.

‎“Anak-anak pun berkata karena terkendala sinyal jadi ikut teman biar tetap bisa belajar,” tutur Hendra.

‎Dalam kesempatan itu, Reza juga menanyakan kondisi kabut asap di wilayah tempat tinggal para siswa. Mereka menyampaikan bahwa kondisi kabut pada hari tersebut mulai berkurang. Ketika ditanya lebih memilih belajar dari rumah atau kembali ke sekolah, para siswa justru mengaku lebih memilih belajar di sekolah karena bisa bertemu dengan teman-teman.

‎Sebelum meninggalkan ruang Zoom, Reza mempersilakan Hendra untuk kembali melanjutkan pembelajaran. Hendra pun menyampaikan terima kasih karena Kadisdik telah berkenan masuk dan memberikan motivasi secara langsung kepada guru dan siswa. Ia juga menjelaskan bahwa meskipun Zoom yang digunakan merupakan akun basic dengan durasi terbatas, pembelajaran tetap dapat dilanjutkan dengan memanfaatkan aplikasi Huma Betang.

‎Bagi Hendra, sapaan langsung Kadisdik di tengah pembelajaran tersebut menjadi pengalaman yang berkesan. Di tengah pelaksanaan PJJ akibat kondisi karhutla, perhatian Reza tidak hanya memastikan pembelajaran berlangsung, tetapi juga menyapa guru dan siswa secara langsung, mendengar kendala mereka, serta memberikan motivasi agar tetap disiplin dan menjaga kesehatan.

(Rzn/Foto: Media Disdik)