PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menegaskan pentingnya transformasi pendidikan tinggi, penguatan sumber daya manusia, serta pemerataan akses pendidikan sebagai fondasi pembangunan daerah. Pesan tersebut disampaikan melalui sambutan Gubernur yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, saat pembukaan The 2nd Palangka Raya International Conference on Education (PRICE) 2026 di Swiss-Belhotel Palangka Raya, Rabu (14/10/2026).
Konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya tersebut mengusung tema “Transforming Impactful Higher Education in the Digital Era for Global Society" atau transformasi pendidikan tinggi yang berdampak di era digital bagi masyarakat global. Forum ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi untuk bertukar gagasan, berbagi hasil penelitian, serta memperkuat kolaborasi dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital.
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan PRICE 2026. Ia juga mengucapkan selamat kepada Prof. Bhayu Rhama atas pelantikannya sebagai Rektor Universitas Palangka Raya periode 2026–2030. Ia berharap amanah tersebut dapat membawa kemajuan bagi UPR sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah.
Gubernur menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Menurutnya, Kalimantan Tengah membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, mampu menguasai teknologi, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal, termasuk semangat Huma Betang. Karena itu, transformasi pendidikan tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga harus membentuk generasi muda yang memiliki integritas, kepedulian sosial, dan daya saing.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, lanjutnya, terus memperluas akses pendidikan melalui berbagai program strategis, di antaranya Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), program Satu Keluarga Satu Sarjana, serta bantuan biaya kuliah. Berbagai upaya tersebut diarahkan untuk memastikan putra-putri Kalimantan Tengah tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik, tanpa kehilangan peluang akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Program-program ini diarahkan untuk membantu masyarakat memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih luas, sekaligus mencegah keterbatasan ekonomi menjadi penghalang bagi putra-putri daerah dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kami ingin memastikan tidak ada putra-putri Kalimantan Tengah yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi,” tegas Gubernur dalam sambutan tertulisnya.

Selain mendorong peningkatan kualitas pendidikan, Gubernur juga mengajak perguruan tinggi dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi melalui pendidikan bermutu, penelitian yang relevan, serta inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia turut mengingatkan tantangan Kalimantan Tengah dalam menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama ketika fenomena El Niño dan kemarau panjang terjadi. Kesadaran masyarakat, kepedulian terhadap lingkungan, serta dukungan terhadap upaya pencegahan dan penanganan karhutla dinilai membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Gubernur juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membuka ruang kritik dan saran, termasuk melalui layanan Lapor Pak Gubernur, sebagai sarana menjaring aspirasi masyarakat. Ia berharap PRICE 2026 tidak berhenti sebagai forum pertukaran gagasan, tetapi menghasilkan rekomendasi, inovasi, dan kerja sama yang dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta daya saing generasi muda Kalimantan Tengah. Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Kalimantan Tengah diharapkan terus bergerak menuju daerah yang semakin berkah, maju, dan Sejahtera.
Menutup sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa pelayanan publik harus senantiasa berorientasi pada kepentingan masyarakat. “Hal ini adalah cerminan bahwa walaupun dalam kondisi sulit sekalipun, selama kita sadar bahwa kita adalah pelayan masyarakat, kepentingan dan kesejahteraan masyarakat adalah prioritas," pungkasnya.
(Rzn/Foto: Media Disdik)