PALANGKA RAYA – Perjalanan panjang pengabdian dan komitmen untuk terus berinovasi mengantarkan Aristanika, Guru Bimbingan dan Konseling (BK) di SMKN 2 Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, meraih Juara I kategori Guru SMK sekaligus Juara Terbaik Guru Berprestasi Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026. Prestasi tersebut diraih melalui Seleksi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, bertempat di Aula Berkah Disdik Kalteng, Kamis (8/10/2026).
Bagi Aristanika, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan amanah untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian sebagai pendidik. Ia mengaku bersyukur dan terharu atas prestasi yang diraihnya setelah menjalani perjalanan panjang di dunia pendidikan, dimulai sebagai guru honorer pada 2014 hingga memperoleh kesempatan menjadi bagian dari guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) angkatan pertama di Kalimantan Tengah pada 2021.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur dan terharu atas pencapaian Juara 1 Guru Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah kategori Guru SMK sekaligus meraih predikat Guru Terbaik Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2026. Bagi saya, pencapaian ini bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi bagian dari perjalanan panjang pengabdian saya sebagai seorang pendidik,” ungkap Aristanika.

Saat ini, selain menjalankan tugas sebagai Guru BK di SMKN 2 Kuala Kapuas, Aristanika aktif dalam pengembangan profesi dan peningkatan kompetensi pendidik. Ia mengemban amanah sebagai Ketua PGRI SLCC Kabupaten Kapuas, Wakil Ketua Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Kapuas, serta tutor online di Universitas Terbuka. Berbagai peran tersebut menjadi kesempatan baginya untuk terus belajar, berbagi pengalaman, berkolaborasi, dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Salah satu perhatian Aristanika dalam menjalankan layanan BK adalah mengubah pandangan bahwa ruang BK hanya diperuntukkan bagi murid yang bermasalah. Ia ingin menjadikan layanan BK sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi peserta didik untuk bercerita, mengenali potensi diri, belajar mengelola emosi, menghadapi tantangan, serta merencanakan masa depan.
“Sebagai guru BK, saya ingin mengubah pandangan bahwa ruang BK adalah tempat yang menakutkan atau hanya diperuntukkan bagi murid yang bermasalah. Bagi saya, ruang BK seharusnya menjadi ruang yang aman bagi murid untuk bercerita, mengenali potensi diri, belajar mengelola emosi, menghadapi tantangan, dan merencanakan masa depan,” jelasnya.
Untuk mewujudkan layanan yang lebih kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman, Aristanika mengembangkan inovasi layanan BK berbasis teknologi digital melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), coding, aplikasi interaktif, dan game edukasi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkaya proses pendampingan peserta didik sekaligus mendekatkan layanan BK dengan kehidupan generasi muda di era digital.
Meski memanfaatkan teknologi, Aristanika menegaskan bahwa peran guru tetap tidak tergantikan, terutama dalam layanan BK yang membutuhkan empati, kehadiran, dan hubungan manusiawi. Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat pendukung untuk memperluas pendekatan layanan, bukan menggantikan interaksi langsung antara guru dan murid.
“Teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, terlebih peran guru BK yang membutuhkan empati, kehadiran, dan hubungan manusiawi. Teknologi justru menjadi alat untuk memperkaya layanan, membuka cara-cara baru dalam mendampingi murid, serta membantu mereka belajar mengenali diri dan menemukan solusi atas tantangan yang dihadapi,” tuturnya.
Aristanika berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kompetensi, membagikan praktik baik, dan menginspirasi rekan-rekan guru, khususnya guru BK, agar berani berinovasi sesuai kebutuhan peserta didik. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, pimpinan sekolah, rekan sejawat, murid-murid, Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, PGRI Kabupaten Kapuas, serta Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah atas dukungan yang diberikan selama perjalanan pengabdiannya.
Menurutnya, perjalanan dari guru honorer hingga meraih penghargaan tingkat provinsi menjadi pengingat bahwa setiap proses memiliki makna dan setiap pendidik memiliki kesempatan untuk berkembang melalui kemauan belajar serta keberanian mencoba hal baru.
“Semoga pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan, khususnya pengembangan layanan Bimbingan dan Konseling di Kalimantan Tengah,” harapnya.
Prestasi Aristanika menjadi salah satu wujud kontribusi pendidik dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kalimantan Tengah. Melalui pengabdian, pengembangan kompetensi, dan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan murid, diharapkan semakin banyak guru mampu menghadirkan layanan pendidikan yang bermakna serta mendukung peserta didik dalam mengenali potensi dan mempersiapkan masa depan.
(Rzn/Foto: Media Disdik)
Baca juga : Punya KHBS, Anak Nisa Kembali Sekolah: Lilis Kini Resmi Jadi Murid SMKN 1 Hanau
Baca juga : Muhammad Nurcholik, Juara Terbaik Kepala Sekolah Berprestasi Kalteng 2026: “Ini Kemenangan Kolaboratif”
Baca juga : Diikuti 144 Peserta, Seleksi GTK Berprestasi Kalteng 2026 Libatkan Dewan Juri Lintas Bidang