PALANGKA RAYA – Perkembangan indikator pendidikan di Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan hasil tim analisis Disdik Kalteng pada Senin (28/9/2026) yang bersumber dari data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Rapor Pendidikan 2024–2025, sejumlah indikator makro pendidikan, termasuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Angka Partisipasi Murni (APM), Angka Partisipasi Kasar (APK), serta capaian literasi dan numerasi SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) mengalami peningkatan.

Khusus periode 2021–2025, IPM Kalimantan Tengah meningkat dari 72,81 menjadi 74,86, atau bertambah 2,05 poin. Pada indikator partisipasi pendidikan, APM SMA/SMK mengalami kenaikan cukup besar dari 54,25 pada 2021 menjadi 63,31 pada 2025, atau meningkat 9,06 poin. Sementara itu, APK SMA/SMK naik dari 83,07 menjadi 87,24, bertambah 4,17 poin.
Perkembangan tersebut juga terlihat dari perubahan capaian antar tahun. Pada periode 2025 dibandingkan 2024, APM SMA/SMK meningkat 5,26 poin, dari 58,05 menjadi 63,31. Angka ini menjadi kenaikan tahunan terbesar dalam periode 2021–2025. Sementara APK SMA/SMK meningkat dari 86,17 menjadi 87,24, atau bertambah 1,07 poin. IPM juga kembali mengalami peningkatan sebesar 0,58 poin, dari 74,28 menjadi 74,86.

Kemajuan juga tercermin dalam kemampuan literasi dan numerasi murid. Pada 2025, capaian literasi SMA mencapai 72,78, meningkat dari 69,26 pada 2024. Literasi SMK naik dari 70,45 menjadi 74,34, sedangkan literasi SKH mengalami lonjakan dari 35,47 menjadi 70,00.

Pada aspek numerasi, SMA meningkat dari 63,56 menjadi 68,54, sedangkan SMK naik dari 62,10 menjadi 68,93. Peningkatan paling besar kembali terjadi pada SKH, dengan capaian numerasi yang melonjak dari 58,06 pada 2024 menjadi 85,00 pada 2025, atau bertambah 26,94 poin.
Data tersebut menunjukkan bahwa peningkatan capaian pendidikan tidak hanya terjadi pada satu jenjang atau satu indikator. Seluruh kategori literasi dan numerasi SMA, SMK, dan SKH mengalami pertumbuhan pada 2025, dengan peningkatan paling signifikan terjadi pada Sekolah Khusus. Literasi SKH meningkat 34,53 poin, sementara numerasi nya bertambah 26,94 poin dalam satu tahun.
Bagi Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, perkembangan tersebut menjadi gambaran penting mengenai arah peningkatan kualitas dan akses pendidikan di daerah. Kenaikan APM menunjukkan semakin banyak penduduk usia sekolah yang berada pada jenjang pendidikan sesuai usianya, sementara peningkatan literasi dan numerasi menjadi indikator penting dalam melihat perkembangan kompetensi dasar murid.
Dengan tren positif yang tercatat dalam data 2021–2025, penguatan program pendidikan di seluruh jenjang, termasuk pendidikan khusus, menjadi bagian penting untuk memastikan semakin banyak generasi muda Kalteng memperoleh layanan pendidikan yang bermutu dan mampu berkembang sesuai potensinya.
Sumber: Rapor Pendidikan 2024–2025 dan Badan Pusat Statistik (BPS) https://kalteng.bps.go.id/id/statistics-table/3/U1doQlVFVlBkVmh3TjBkVFJFWldNa3hDVTNSelp6MDkjMw==/angka-partisipasi-murni--apm--dan-angka-partisipasi-kasar--apk--menurut-jenjang-pendidikan-di-provinsi-kalimantan-tengah--2023.html
Baca juga : Perkuat Transformasi Digital Pendidikan, Disdik Kalteng Gelar Bimtek Pemanfaatan Kelas Digital Huma Betang
Baca juga : Gemilang di Tingkat Nasional! Rasya Alika Farshi Bawa Kalteng Raih Juara 3 LKTI HUT ke-71 Lalu Lintas
Baca juga : Gubernur Agustiar Sabran Sapa Murid SMAN 4 Palangka Raya: “Tidak Ada yang Tidak Mungkin”