PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong penguatan transformasi digital di bidang pendidikan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Pemanfaatan Kelas Digital Huma Betang Tahun 2026. Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Senin malam, 28 September 2026, dan pembukaan secara resmi dilaksanakan pada Selasa pagi (29/9/2026) di Aula Berkah Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran digital.
Ketua Panitia Doys Mihing dalam laporannya menyampaikan bahwa Bimtek tersebut merupakan langkah strategis untuk mengakselerasi transformasi digital pendidikan di Kalimantan Tengah, khususnya melalui optimalisasi LMS Kelas Digital Huma Betang. "Bimtek ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas teknis para pengguna Kelas Digital Huma Betang, memperluas pemanfaatan fitur-fitur interaktif 3D/AR, sekaligus menyelaraskan pengelolaan administrasi kelas digital agar pembelajaran semakin terpadu,” ujar Doys Mihing.

Bimtek tersebut melibatkan peserta dari berbagai unsur pendidikan.
Berdasarkan laporan panitia, Bimtek diikuti oleh 746 peserta, terdiri atas 586 peserta yang mengikuti secara virtual melalui zoom dan 160 peserta yang hadir secara langsung. Peserta yang hadir langsung terdiri atas 114 guru penerima akun premium Assemblr Edu, 38 pengawas sekolah, dan 8 admin Dinas Pendidikan.
Pelatihannya terbagi 2 fokus. Guru penerima akun fokus pada pemanfaatan implementasi akun assemblr untuk kelengkapan media ajar di platform KDHB. Sedangkan Pengawas dan admin fokus pada Pemanfaatan dan pengelolaan platform KDHB.

Sementara itu, sambutan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, yang dibacakan oleh Kepala BTIKP Apni Ranti, menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Pembelajaran tidak lagi hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi dapat dilakukan kapan saja, di mana saja, dan melalui berbagai sumber belajar digital.
“Kita tidak ingin membangun sebuah platform digital hanya karena mengikuti perkembangan teknologi. Kita ingin membangun ekosistem pembelajaran digital yang benar-benar dimanfaatkan oleh guru, murid, pengawas, dan seluruh unsur pendidikan di Kalimantan Tengah,” pesan Kadisdik dalam sambutannya.

Lebih lanjut, dalam sambutannya menekankan bahwa LMS Kelas Digital Huma Betang tidak boleh dipandang hanya sebagai sebuah aplikasi atau tempat menyimpan materi pembelajaran. Platform tersebut harus menjadi ruang belajar digital yang hidup, aktif, dan memberikan manfaat nyata bagi proses pembelajaran.
“Kelas Digital Huma Betang jangan hanya menjadi tempat menyimpan materi. Kita ingin platform ini menjadi ruang belajar digital yang hidup, aktif, dan benar-benar memberikan manfaat bagi guru maupun murid,” tegasnya.

Kadisdik juga mengingatkan bahwa keberhasilan Kelas Digital Huma Betang tidak semata-mata diukur dari jumlah akun maupun pengguna yang terdaftar. Ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah sejauh mana LMS tersebut benar-benar dimanfaatkan dan memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran. Karena itu, para admin LMS di setiap bidang diharapkan menjadi penggerak utama dalam pengelolaan dan pemanfaatannya, sementara para pengawas berperan mendorong, mendampingi, dan memastikan pembelajaran digital berjalan secara berkelanjutan di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Kadisdik Kalteng menyampaikan tiga poin penting yang menjadi penekanan pelaksanaan Bimtek, yakni memanfaatkan LMS Kelas Digital Huma Betang secara nyata, membangun budaya pembelajaran digital, serta melakukannya secara bersama-sama dan berkelanjutan.
"Yang paling penting bukan berapa banyak akun yang kita miliki, tetapi seberapa nyata platform ini digunakan dalam proses pembelajaran. Karena itu, mari kita bangun budaya pembelajaran digital secara bersama-sama dan berkelanjutan,” pesan Kadisdik.

Ia berharap setelah kegiatan tersebut lahir lebih banyak praktik baik dalam pemanfaatan LMS Kelas Digital Huma Betang yang dapat dikembangkan dan direplikasi di satuan pendidikan di seluruh Kalimantan Tengah.
Pada bagian akhir sambutan, Kadisdik menegaskan bahwa Bimtek tersebut bukan sekadar kegiatan untuk mempelajari cara menggunakan sebuah platform digital. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan cara baru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Transformasi digital pendidikan bukan sekadar tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana kita menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Kita ingin guru, murid, pengawas, dan seluruh unsur pendidikan bergerak bersama,” pungkasnya.
Dengan kolaborasi antara guru, murid, pengawas, admin, dan seluruh unsur pendidikan, pemanfaatan Kelas Digital Huma Betang diharapkan semakin memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan di Kalimantan Tengah.
(Rzn/Foto: Media Disdik)
Baca juga : Capaian Pendidikan Kalteng Terus Menguat, APM SMA/SMK dan Literasi-Numerasi Naik Signifikan
Baca juga : Gemilang di Tingkat Nasional! Rasya Alika Farshi Bawa Kalteng Raih Juara 3 LKTI HUT ke-71 Lalu Lintas
Baca juga : Gubernur Agustiar Sabran Sapa Murid SMAN 4 Palangka Raya: “Tidak Ada yang Tidak Mungkin”