PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng) mengusulkan penundaan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 demi menjaga keselamatan dan kesehatan murid di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Teknis terkait TKA melalui zoom meeting pada Sabtu (24/10/2026) dan usulan tersebut disetujui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sehingga murid di Kalteng memperoleh tambahan waktu untuk mempersiapkan diri sekaligus menunggu kondisi lingkungan membaik.

“Untuk keselamatan murid, Disdik Kalteng satu-satunya yang mengusulkan penundaan TKA dan disetujui Kemendikdasmen, sehingga murid kita punya waktu persiapan belajar,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo.

Penundaan ini mendapat respons positif dari para ketua OSIS SMA di berbagai wilayah Kalteng. Mereka menilai keputusan tersebut memberikan kesempatan untuk memperdalam materi pembelajaran sekaligus mengurangi kekhawatiran terhadap dampak kabut asap selama pelaksanaan ujian. Sisionia Lovelya, Ketua OSIS SMAN 1 Dusun Tengah, menyampaikan terima kasih atas keputusan tersebut karena murid dapat mempersiapkan TKA dengan lebih baik dan berharap kondisi Kalteng segera membaik.

Senada dengan itu, Vrehskyla, Ketua OSIS SMAN 4 Laung Tuhup, menilai penundaan TKA tepat dilakukan mengingat kondisi lingkungan yang belum mendukung. Sementara itu, *Riko Stepano*, Ketua OSIS SMAN 1 Antang Kalang, menyebut tambahan waktu tersebut akan dimanfaatkan secara maksimal untuk mematangkan persiapan belajar. Ia juga berharap karhutla segera mereda agar seluruh murid tetap sehat dan dapat mengikuti ujian dengan lancar.

Dukungan serupa disampaikan Lintang Maylaffayza, Ketua OSIS SMAN 1 Muara Teweh, dan Nur Syfa Aulia Rahmah dari SMAN 3 Kasongan. Keduanya berharap kabut asap sudah mereda ketika TKA dilaksanakan pada jadwal baru. Lintang juga menyampaikan apresiasi kepada pihak yang telah memperjuangkan penundaan tersebut demi memberikan rasa aman kepada murid.

Sementara itu, Anisa Qodriah, Ketua OSIS SMAN 1 Maliku, mengatakan tambahan waktu menjadi kesempatan untuk lebih mendalami materi dan berlatih mengerjakan soal TKA. Ia berharap seluruh murid dapat meraih hasil yang baik dan memiliki peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi impian. Berbagai tanggapan tersebut menunjukkan bahwa keselamatan, kesehatan, dan kesiapan akademik menjadi perhatian penting bagi murid dalam menghadapi TKA.

Berdasarkan keputusan Kementerian mengenai pelaksanaan TKA jenjang pendidikan menengah di Provinsi Kalimantan Tengah, seluruh pelaksanaan dialihkan ke jadwal susulan yang dibagi menjadi empat kelompok. Susulan I/Gelombang I berlangsung pada 16–19 November 2026, sedangkan Susulan II/Gelombang II pada 23–26 November 2026. Selanjutnya, Susulan Khusus I/Paket C dijadwalkan pada 21–22 November 2026 dan Susulan Khusus II/Paket C pada 28–29 November 2026. Pembagian tersebut menjadi acuan pelaksanaan TKA bagi murid di Kalteng sesuai kelompok dan kategori yang telah ditetapkan.

Dalam keterangan Rahmawati dari Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), penundaan ini memberikan kesempatan kepada seluruh murid tanpa terkecuali dan seluruh satuan pendidikan untuk mengikuti pelaksanaan susulan. Kebijakan tersebut diharapkan memberi ruang bagi murid untuk belajar lebih optimal sembari menunggu kondisi karhutla dan kualitas udara membaik. Dengan demikian, pelaksanaan TKA di Kalimantan Tengah diharapkan dapat berlangsung lebih aman dan lancar, tanpa mengabaikan kesehatan maupun kesiapan murid.
(Rzn/Foto: Media Disdik)
Baca juga : Kabut Asap Selimuti Buntok, SMKN 1 Buntok Laksanakan Belajar dari Rumah
Baca juga : Menggali Kekayaan Hayati Kalimantan, Murid SMKN 3 Palangka Raya Kembangkan Salep Herbal Aureka Salve
Baca juga : Sarana Pembelajaran Digital SMAN 1 Kotawaringin Lama Kian Lengkap, Seluruh Ruangan Kini Dilengkapi IFP