Palangka Raya — Kekayaan alam Kalimantan Tengah menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya melalui penelitian Aureka Salve, sebuah formulasi salep herbal berbahan ekstrak daun akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour) dan daun kalakai yang dikembangkan oleh Don Bonansa, murid kelas XII TKJ SMK Negeri 3 Palangka Raya.
Penelitian berjudul Aureka Salve: The Effectiveness of Yellow Root Leaves (Fibraurea tinctoria Lour) and Kalakai Leaves as a Wound Ointment ini berangkat dari gagasan untuk mengeksplorasi potensi tanaman lokal sebagai bahan dasar sediaan topikal. Melalui penelitian tersebut, Don Bonansa berupaya memadukan kekayaan hayati daerah dengan pendekatan ilmiah untuk menghasilkan formulasi salep herbal yang berpotensi mendukung proses penyembuhan luka.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian dilakukan untuk mengetahui karakteristik fisik dan farmasi sediaan, kandungan fitokimia, aspek keamanan, serta efektivitasnya dalam proses penyembuhan luka. Rangkaian pengujian tersebut menjadi bagian penting untuk menilai potensi formulasi yang dikembangkan berdasarkan parameter penelitian yang telah ditetapkan.
Salah satu hasil yang menonjol dari pengujian laboratorium adalah karakteristik fisik Aureka Salve yang meliputi pH 5,82, daya sebar 5,65 cm, waktu lekat 8,42 detik, dan viskositas 215.400 cPs. Parameter tersebut digunakan untuk menggambarkan sifat fisik sediaan yang dihasilkan. Selain itu, pengamatan selama 21 hari menunjukkan bahwa formulasi memiliki karakteristik fisik yang relatif stabil selama periode pengujian.
Dari sisi kandungan kimia, analisis fitokimia mengidentifikasi senyawa alkaloid, fenol, flavonoid, dan tanin. Pengujian aktivitas antioksidan juga menghasilkan nilai IC50 sebesar 42,15 ppm, yang dalam penelitian ini menunjukkan aktivitas antioksidan sangat kuat. Sementara itu, pengujian mikrobiologi, kontaminasi logam berat, dan toksisitas dilaporkan memenuhi persyaratan yang digunakan dalam penelitian.
Pengamatan terhadap penyusutan diameter luka juga memperlihatkan perbedaan antara kelompok yang menggunakan Aureka Salve dan kelompok kontrol yang menggunakan salep konvensional. Berdasarkan hasil penelitian yang disampaikan, penutupan luka pada kelompok Aureka Salve tercapai pada hari ketujuh, sedangkan pada kelompok kontrol tercapai pada hari kesembilan. Temuan ini memberikan gambaran awal mengenai potensi formulasi tersebut, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.
Lebih dari sekadar menghasilkan sebuah formulasi, penelitian Aureka Salve memperlihatkan bagaimana potensi tanaman yang tumbuh di lingkungan Kalimantan dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Akar kuning dan kalakai dipilih sebagai bahan penelitian untuk mengeksplorasi kemungkinan pemanfaatan sumber daya hayati lokal melalui pendekatan ilmiah yang terukur.
Bagi Don Bonansa, penelitian ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, melakukan pengamatan, mengolah data, dan memahami proses penelitian secara sistematis. Kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa murid SMK memiliki peluang untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi melalui penelitian yang menghubungkan pengetahuan dengan potensi lingkungan sekitar.
Kepala SMK Negeri 3 Palangka Raya, Rahmi Kurnia Handayani, dapat menyampaikan apresiasi atas upaya pengembangan penelitian ini sebagai bagian dari pembelajaran yang mendorong kreativitas, kemandirian, dan semangat berprestasi murid. Inovasi berbasis potensi lokal sejalan dengan upaya sekolah dalam membentuk murid yang berkarakter, berwirausaha, dan berprestasi.
Kedepan, pengembangan Aureka Salve masih memerlukan tahapan penelitian yang lebih luas, termasuk pengujian lanjutan dengan jumlah sampel yang memadai dan evaluasi keamanan serta efektivitas pada manusia melalui prosedur penelitian yang sesuai. Dengan demikian, potensi produk tidak hanya dinilai berdasarkan hasil awal, tetapi juga melalui bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui penelitian Aureka Salve, SMK Negeri 3 Palangka Raya menunjukkan bahwa lingkungan sekitar dapat menjadi sumber gagasan yang berharga bagi generasi muda untuk berinovasi. Harapannya, penelitian ini dapat menginspirasi murid lainnya untuk menggali kekayaan alam Kalimantan Tengah, mengembangkan budaya riset di lingkungan sekolah, serta menghasilkan karya kreatif yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
(Rzn/Foto: Ist)
Baca juga : Sarana Pembelajaran Digital SMAN 1 Kotawaringin Lama Kian Lengkap, Seluruh Ruangan Kini Dilengkapi IFP
Baca juga : SMAN 2 Nanga Bulik Terima Bantuan TV Interaktif, Perkuat Pembelajaran Berbasis Digital
Baca juga : Di Tengah Ancaman Karhutla, Guru Tetap Piket Jaga Sekolah dan Lakukan Pembasahan Lahan