PALANGKA RAYA – Di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemprov Kalteng dibawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng) menghadirkan terobosan digital melalui Kelas Digital Huma Betang. Platform ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran jarak jauh (PJJ), tetapi dikembangkan menjadi pusat pemantauan kondisi pendidikan dan kualitas udara secara real time, Senin (14/9/2026).

Inovasi tersebut terlihat pada Kelas Digital Huma Betang, yang mengintegrasikan informasi kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dengan status pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan. Dengan sistem ini, pengambilan keputusan terkait pembelajaran tidak lagi hanya berdasarkan laporan manual, tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi udara masing-masing kabupaten/kota.
Data dashboard per Senin, 14 September 2026 sekitar pukul 13.52 WIB menunjukkan rata-rata ISPU Kalteng berada di angka 327 atau kategori “Berbahaya”. Dari 424 satuan pendidikan yang terpantau di 14 kabupaten/kota, tercatat 20 satuan pendidikan masih melaksanakan PTM normal, 68 satuan pendidikan telah beralih ke BDR/PJJ penuh, sementara sejumlah wilayah lainnya menerapkan PTM terbatas dengan penggunaan masker. Dashboard juga mencatat 140 Kelas Virtual Live serta laporan 541 siswa mengalami gejala ISPA/gangguan pernapasan dalam pemantauan UKS/faskes.
Yang menarik, Kelas Digital Huma Betang tidak berhenti sebagai platform belajar daring. Sistem tersebut menjadi semacam command center pendidikan yang memungkinkan Disdik Kalteng melihat hubungan antara kondisi kualitas udara dengan respons satuan pendidikan. Pada dashboard ISPU, misalnya, Palangka Raya tercatat mencapai 1.086 PM2.5, Gunung Mas 644 PM2.5, Kotawaringin Timur 547 PM2.5, Barito Selatan 489 PM2.5, dan Katingan 466 PM2.5. Kondisi tersebut secara otomatis berkorelasi dengan rekomendasi moda pembelajaran yang ditampilkan pada sistem.

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo menegaskan bahwa PJJ dalam situasi karhutla bukan berarti murid diliburkan. Pembelajaran tetap berjalan, tetapi lokasi dan metode belajarnya disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Sebelumnya, Reza juga menegaskan bahwa pelaksanaan PJJ dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi ISPU di masing-masing wilayah.
“PJJ bukan berarti anak-anak libur. Pembelajaran tetap berjalan dan dikontrol melalui Kelas Digital Huma Betang,” ujar Reza Prabowo.
Terobosan ini sekaligus menunjukkan arah baru transformasi digital pendidikan Kalteng. Teknologi tidak hanya digunakan untuk menyampaikan materi dari guru kepada murid, tetapi juga untuk membaca situasi, memantau pelaksanaan pembelajaran, dan membantu pemerintah mengambil keputusan secara cepat berdasarkan data. Dalam kondisi darurat seperti kabut asap, sekolah dapat menyesuaikan moda pembelajaran dari PTM normal, PTM terbatas, hingga BDR/PJJ sesuai kondisi kualitas udara setempat.

Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pendidikan pada daerah terdampak asap yang menempatkan kesehatan dan keselamatan warga sekolah sebagai prioritas, tanpa menghentikan hak murid untuk memperoleh pendidikan. Pemerintah juga menekankan bahwa PJJ dapat dilakukan secara fleksibel, termasuk memberikan modul bahan ajar apabila terdapat kendala jaringan internet maupun listrik.
Dengan demikian, Kelas Digital Huma Betang menjadi lebih dari sekadar platform pembelajaran. Di tengah kabut asap, platform ini berkembang menjadi instrumen digital yang menghubungkan data kualitas udara, kondisi satuan pendidikan, moda pembelajaran, kelas virtual hingga pemantauan dampak kesehatan siswa dalam satu sistem.
Pesan besarnya jelas: ketika kondisi darurat memaksa ruang kelas berubah, Kelas Digital Huma Betang memastikan proses pendidikan tidak ikut berhenti. Kalteng menunjukkan bahwa transformasi digital pendidikan bukan hanya tentang penggunaan perangkat dan aplikasi, tetapi tentang bagaimana data digunakan untuk melindungi murid sekaligus memastikan pembelajaran tetap bergerak.
(Rzn/Foto: Media Disdik)
Baca juga : Jumlah Murid SMA Sederajat Kalteng Tembus 101.053, Bukti Akses Pendidikan Semakin Terbuka
Baca juga : Kebakaran SMKN 1 Timpah, Kadisdik Kalteng Instruksikan Recovery dan Pengamanan Ekstra
Baca juga : Asap Karhutla Masih Mengancam, Kadisdik Kalteng: PJJ Berlanjut, Keselamatan Murid Jadi Prioritas