KAPUAS – Kebakaran terjadi di lingkungan SMKN 1 Timpah, Kabupaten Kapuas di tengah kondisi karhutla yang masih terjadi di wilayah sekitar sekolah. Menyikapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah (Kadisdik Kalteng) Muhammad Reza Prabowo langsung berkoordinasi dengan Kepala SMKN 1 Timpah untuk memastikan kondisi sekolah, keselamatan warga sekolah, serta langkah penanganan pascakebakaran.
Kepala SMKN 1 Timpah Sriwati menjelaskan, api awalnya berasal dari kawasan hutan di belakang sekolah yang berjarak sekitar 215 meter dari lingkungan sekolah. Api mulai terlihat pada Selasa malam (8/9/2026) sekitar pukul 23.15 WIB. Kondisi kemudian memburuk pada Rabu sore sekitar pukul 16.45 WIB ketika api meluas dengan cepat hingga membakar tiga ruang kelas yang sudah tidak difungsikan.
“Api dari hutan belakang sekolah yang jaraknya sekitar 215 meter dari sekolah pada Selasa malam kurang lebih pukul 23.15 WIB. Kemudian pada Rabu sore sekitar pukul 16.45 WIB api meluas dengan cepat hingga membakar tiga ruang kelas,” jelas Sriwati.
Menurut Sriwati, hingga Kamis (10/9/2026) pagi, kondisi api masih dalam proses pemadaman karena pada beberapa titik api terkadang padam dan kembali menyala. Perambatan api juga terjadi hingga kawasan hutan di samping sekolah. Pihak sekolah bersama petugas dan unsur terkait terus melakukan pemantauan untuk mencegah api kembali mendekati lingkungan sekolah.
“Kini api masih dalam upaya pemadaman karena kadang padam dan kadang menyala sendiri, yang meluas hingga ke hutan samping sekolah. Hingga tadi pagi kami tetap berjaga,” ujarnya.

Dalam komunikasi dengan Kepala SMKN 1 Timpah, Reza Prabowo memastikan terlebih dahulu kondisi sarana pembelajaran dan perangkat digital yang berada di sekolah. Ia menanyakan keberadaan papan tulis interaktif maupun perangkat digital lainnya, yang sebagian telah diamankan oleh pihak sekolah. Sementara itu, bangunan yang terdampak merupakan bangunan lama yang sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dan kondisinya memang sudah tidak layak fungsi.
“Ibu tolong direcovery sekolahnya. Jangan sampai karena ada kebakaran tersebut akhirnya menjalar ke bangunan yang lain. Kemudian bekas-bekas puing kebakaran itu segera direcovery kembali,” tegas Reza kepada Kepala SMKN 1 Timpah.
Selain recovery, Kadisdik juga meminta pihak sekolah meningkatkan pengamanan dengan melibatkan unsur pemerintahan dan keamanan di wilayah setempat. Koordinasi diminta dilakukan bersama Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa, serta pihak terkait lainnya, mengingat sekolah merupakan fasilitas pelayanan publik yang perlu mendapatkan perlindungan, terlebih dalam kondisi rawan kebakaran.
“Sekolah ini tempat pelayanan publik, objek vital yang harus memang kita jaga. Minta tolong pengamanan ekstra terkait dengan sekolah itu kalau tahu sekolah itu rawan terbakar,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, Disdik Kalteng juga akan mengupayakan pengiriman pompa air ke SMKN 1 Timpah. Kadisdik meminta pihak sekolah melakukan penyiraman secara rutin di lingkungan sekitar sekolah, terutama pada area yang masih berasap dan berpotensi menyimpan bara api di dalam tanah gambut.
“Lakukan penyiraman di lingkungan sekitar. Saya tahu, gambut itu di dalam mungkin masih ada apinya sehingga masih berasap. Kalau sumur bor masih berfungsi, gunakan untuk membantu penyiraman,” pesan Reza.

Sriwati menyampaikan, sumur bor sekolah sebenarnya masih berfungsi, namun untuk sementara belum dapat digunakan karena aliran listrik sekolah dimatikan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko korsleting pascakebakaran. Upaya penyiraman dan pendinginan lingkungan sekolah dilakukan dengan dukungan UPT KPHP Kapuas Hulu yang memiliki peralatan pemadam kebakaran, serta dibantu pihak kepolisian.
Dukungan tersebut dilakukan secara berkelanjutan. Petugas dari UPT KPHP Kapuas Hulu bersama kepolisian turut melakukan penyiraman dan berjaga di lingkungan SMKN 1 Timpah hingga Kamis (10/9/2026) pagi untuk mengantisipasi munculnya kembali api maupun bara di sekitar area sekolah.
Kondisi sumber air di sekitar sekolah juga cukup terbatas karena parit di depan sekolah telah mengering. Karena itu, dukungan peralatan pemadam dari UPT KPHP Kapuas Hulu menjadi penting dalam membantu proses pendinginan dan penyiraman area yang berpotensi kembali terbakar.
Kadisdik Kalteng juga meminta Kepala Sekolah terus melaporkan perkembangan kondisi sekolah dan memastikan seluruh guru serta warga sekolah ikut menjaga lingkungan satuan pendidikan. Ia memberikan semangat kepada jajaran sekolah agar tetap tenang dan bersama-sama menghadapi situasi tersebut.
“Tolong bantu jaga sekolah kita. Tetap semangat dan sabar. Sampaikan salam saya untuk semua guru-guru yang ada di sana,” ujar Reza.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Disdik Kalteng memastikan keselamatan warga sekolah, menjaga fasilitas pendidikan, serta mencegah dampak karhutla meluas ke lingkungan satuan pendidikan. Terlebih, SMKN 1 Timpah saat ini melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sehingga pengamanan lingkungan sekolah tetap menjadi perhatian utama.
(Rzn/Foto: Media Disdik)