TIMPAH, KAPUAS – Harapan keluarga besar SMAN 2 Timpah agar hujan segera membasahi wilayah mereka akhirnya terwujud. Hanya dalam rentang waktu sekitar enam jam setelah pelaksanaan Shalat Istisqa pada pagi sekitar pukul 07.00 WIB, hujan turun sekitar pukul 13.00 WIB di kawasan sekolah yang sebelumnya menghadapi kondisi kering dan panas akibat musim kemarau.
Kepala SMAN 2 Timpah, Yedija, mengaku terharu sekaligus tidak menyangka hujan datang begitu cepat setelah para siswa dan warga sekolah bersama-sama memanjatkan doa memohon turunnya hujan.
“Ini kami ada turun hujan sebentar, sungguh luar biasa doa-doa anak-anak. Saya juga tidak menyangka secepat ini. Dalam rentang waktu enam jam setelah Shalat Istisqa, hujan pun turun,” ungkap Yedija, Senin (24/8/2026).
Turunnya hujan tersebut menjadi momen yang sangat disyukuri warga sekolah. Sebelumnya, Yedija menceritakan SMAN 2 Timpah berada jauh dari ibu kota Kecamatan Timpah dan terletak di kawasan dataran pasir, sehingga panas dan kegersangan sangat terasa saat musim kemarau. Kondisi itu semakin berat karena kebakaran hutan dan lahan di sekitar wilayah tersebut turut menimbulkan asap yang mengganggu kenyamanan warga sekolah.
Bagi keluarga besar SMAN 2 Timpah, hujan yang turun sekitar enam jam setelah Shalat Istisqa menjadi penguat harapan di tengah kemarau. Meski berlangsung singkat, rintik hujan tersebut disambut penuh rasa syukur, sekaligus menjadi pengalaman berkesan bagi para siswa tentang pentingnya doa, ikhtiar, kebersamaan, serta kepedulian terhadap alam dan lingkungan.
(Rzn/Foto: Media Disdik)