Palangka Raya – Festival dan Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 resmi dibuka di Palangka Raya, Senin (11/5/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 13 Mei 2026 tersebut menjadi wadah pengembangan bakat, kreativitas, sekaligus ruang apresiasi bagi peserta didik berkebutuhan khusus dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
Ketua panitia, Jafar Sodiq, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan FLS3N ABK tahun ini diikuti sebanyak 208 peserta dan pendamping dari seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Rinciannya terdiri dari 136 peserta dan 72 pendamping yang akan mengikuti berbagai cabang lomba seni dan sastra.
Ia menjelaskan, FLS3N ABK bertujuan untuk mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas peserta didik berkebutuhan khusus di bidang seni dan sastra. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa percaya diri, sportivitas, serta memberikan ruang aktualisasi diri bagi para peserta. Para juara nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Kalimantan Tengah pada ajang FLS3N tingkat nasional.

Beragam cabang lomba dipertandingkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari bercerita, cipta baca puisi, desain grafis, fashion show, film pendek, fotografi, melukis, menari, menyanyi, pantomim, seni peran hingga pencak silat. Kegiatan dilaksanakan di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah dan Hotel Batu suli Internasional Palangka Raya dengan melibatkan 34 orang juri dari berbagai lembaga pelatihan dan dunia usaha.
Sementara itu, sambutan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo yang dibacakan oleh Plt. Kabid SKH Roslita menegaskan bahwa FLS3N bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga ruang ekspresi dan pembuktian bahwa setiap anak memiliki potensi dan kreativitas yang luar biasa.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk berkembang, berkarya, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di bidang seni dan sastra. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dibawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran melalui Dinas Pendidikan terus berkomitmen memperkuat pendidikan inklusif dan pendidikan khusus yang adil, bermutu, serta menghargai keberagaman peserta didik tanpa diskriminasi.

Selain sebagai ajang kompetisi, FLS3N ABK juga dinilai menjadi media penting untuk membangun rasa percaya diri, kemandirian, kemampuan sosial, dan penguatan karakter peserta didik. Melalui seni, anak-anak diharapkan mampu mengekspresikan gagasan, emosi, serta harapan mereka secara kreatif dan bermakna.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, lanjut sambutan tersebut, juga terus mendorong transformasi pendidikan yang inklusif dan ramah anak melalui peningkatan layanan pendidikan khusus, penguatan kompetensi guru, penyediaan sarana prasarana, serta pengembangan berbagai kegiatan penguatan talenta peserta didik.

Kepada seluruh peserta, Dinas Pendidikan Kalteng berpesan agar mengikuti perlombaan dengan penuh percaya diri, sportivitas, dan kegembiraan. Sebab, keberanian untuk tampil dan terus berkembang merupakan prestasi yang sangat berharga bagi setiap peserta didik.
Di akhir sambutan, kegiatan Festival dan Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Anak Berkebutuhan Khusus Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 secara resmi dibuka dan diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi kemajuan pendidikan khusus di Kalimantan Tengah.
(Rzn/Foto: Media Disdik)