Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menggelar dialog bersama organisasi kepemudaan, Cipayung Plus, dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) se-Kalimantan Tengah guna membahas berbagai isu strategis daerah, mulai dari efisiensi anggaran, persoalan BBM, pendidikan vokasi, hingga penguatan kolaborasi antara pemerintah dan mahasiswa, berlangsung di Istana Isen Mulang (IIM), Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Selasa malam (12/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa mahasiswa merupakan mitra penting pemerintah dalam membangun daerah dan mengawal kebijakan agar tetap berpihak kepada masyarakat.
“Kami ingin mendengar apa yang menjadi keluhan dan harapan kalian. Ini bukan untuk membungkam atau menjinakkan mahasiswa, tetapi untuk berkolaborasi membangun Kalimantan Tengah,” ujar Agustiar Sabran.

Ia juga menekankan bahwa kritik dan saran dari mahasiswa sangat dibutuhkan selama disampaikan secara bijaksana, sopan, dan beretika. Bahkan, Gubernur mempersilakan mahasiswa untuk terus mengawasi jalannya program pemerintah, termasuk menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi apabila menyangkut kepentingan masyarakat.
“Kalau kami bekerja tidak becus, tegur kami. Kalian adalah bos kami, kami ini pelayan masyarakat,” tegasnya.

Dalam dialog tersebut, Gubernur turut memaparkan kondisi keuangan daerah yang saat ini terdampak efisiensi anggaran. Ia menyebut APBD Kalimantan Tengah mengalami penurunan signifikan, sementara kebutuhan pembangunan infrastruktur, pendidikan, perikanan, hingga pelayanan masyarakat tetap tinggi.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi tetap optimistis dapat menjalankan program prioritas melalui langkah efektif dan inovatif, termasuk memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu, Pemprov Kalteng juga terus berkoordinasi menjaga ketersediaan dan distribusi BBM agar tetap kondusif di tengah masyarakat. Pemerintah membuka ruang bagi mahasiswa untuk turut menyampaikan aspirasi masyarakat terkait persoalan-persoalan di lapangan.
Dalam pertemuan itu, Gubernur juga menyoroti pentingnya pengembangan pendidikan vokasi, khususnya di bidang pertanian, sebagai solusi menyiapkan generasi muda yang terampil dan siap kerja sekaligus mendukung sektor unggulan daerah.

Bahkan, usai dialog tersebut, Pemerintah Provinsi dijadwalkan kembali membahas pengembangan pendidikan vokasi pertanian bersama Kementerian Pertanian RI sebagai bagian dari penguatan SDM Kalimantan Tengah.
Program Huma Betang Sejahtera turut menjadi perhatian dalam dialog tersebut. Gubernur meminta mahasiswa ikut mengawal implementasi program itu agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat. Program tersebut mencakup bantuan pendidikan, kesehatan, pelatihan kerja, hingga bantuan pangan.

Pemerintah daerah juga telah meluncurkan aplikasi “Lapor Pak Gub” sebagai sarana penyampaian aspirasi dan laporan masyarakat yang diharapkan dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk membantu pengawasan pembangunan daerah.

Sementara itu, sejumlah organisasi mahasiswa menyampaikan berbagai masukan kepada pemerintah daerah. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menyoroti pentingnya penguatan BUMD agar mampu menjadi penopang PAD di tengah efisiensi anggaran.

Perwakilan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) turut menyoroti perlunya pengelolaan aset daerah yang lebih kreatif serta pentingnya antisipasi terhadap persoalan sosial seperti kelangkaan BBM.

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mendorong agar program bantuan pendidikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga dibarengi pembinaan keterampilan dan pengembangan kapasitas generasi muda.

Sementara itu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) berharap mahasiswa dapat dilibatkan dalam pengawasan Program Huma Betang Sejahtera agar pelaksanaannya berjalan maksimal dan tepat sasaran.
Menanggapi aspirasi mahasiswa terkait wilayah pertambangan rakyat (WPR), Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga menegaskan komitmennya untuk mendukung penuntasan legalitas pertambangan rakyat secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat melalui Koperasi Merah Putih guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Tidak hanya itu, Pemprov Kalteng juga berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur hingga wilayah pelosok, termasuk penguatan jaringan internet dan konektivitas digital guna mendukung pelayanan publik, pendidikan, ekonomi, dan akses informasi masyarakat.
Menutup pertemuan, pemerintah daerah berharap dialog bersama mahasiswa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai ruang silaturahmi, kolaborasi, serta penyampaian aspirasi demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang maju, sejahtera, dan bermartabat.
(Rzn/Foto: Media Disdik)