Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dibawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran melalui Dinas Pendidikan terus memperluas akses pendidikan berbasis keterampilan dengan menggagas program vokasi Diploma 1 (D1) yang berorientasi pada kebutuhan daerah. Program ini disiapkan bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR).

‎Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan UMPR sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan vokasi.

‎“Kita sudah berkomunikasi dengan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Kenapa UMPR, karena mereka langkahnya sudah jauh dan sudah berkoordinasi dengan Kemdiktisaintek,” ujarnya saat ditemui awak media di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Jumat (17/4/2026).

‎Menurutnya, UMPR dinilai siap untuk mengembangkan program vokasi yang aplikatif dan relevan dengan potensi daerah, khususnya pada sektor pertanian. Program ini dirancang agar peserta didik tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga keterampilan yang langsung dapat diterapkan di lapangan.

‎Lebih lanjut, Reza menyampaikan bahwa Gubernur Kalimantan Tengah juga mendorong pengembangan program vokasi di sektor lain yang menjadi kekuatan daerah, seperti perkebunan dan pertambangan.

‎“Pak Gubernur juga menyampaikan karena Kalimantan Tengah sangat kaya sumber daya, mungkin nanti ada D1 Perkebunan dan D1 Pertambangan,” jelasnya.

‎Keunggulan utama dari program ini, lanjutnya, adalah konsep pembelajaran yang produktif. Artinya, peserta didik tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga langsung terlibat dalam praktik yang memiliki nilai ekonomi.

‎“Peserta didik vokasi ini ketika belajar langsung ada nilai ekonomisnya. Jadi mereka bisa mendapatkan penghasilan bahkan sebelum lulus D1,” tegasnya.

‎Terkait pelaksanaan, Reza menyebutkan bahwa program ini akan segera dibuka dalam waktu dekat, setelah seluruh perizinan selesai. Saat ini, pihaknya masih menunggu kepastian jadwal melalui koordinasi lanjutan bersama UMPR.

‎“Pendaftarannya dibuka dalam waktu dekat, kita sudah dapat informasi kalau izin sudah keluar. Nanti kita komunikasikan lagi dengan UMPR untuk menentukan waktunya,” katanya.

‎Untuk tahap awal, pendaftaran akan dilakukan langsung melalui Universitas Muhammadiyah Palangkaraya sebagai institusi pelaksana program. Pemerintah daerah menargetkan jumlah peserta yang cukup besar dalam jangka panjang.

‎“Target Pak Gubernur sebenarnya 2.000 peserta, tapi untuk tahap awal kita ukur dulu di angka 300 pada gelombang pertama,” ungkapnya.

‎Ia menambahkan, tahap awal ini akan menjadi fase evaluasi untuk memastikan program berjalan optimal sebelum diperluas ke skala yang lebih besar. Pemerintah juga akan terus berkoordinasi dengan Gubernur terkait pengembangan selanjutnya.

‎“Nanti kita lihat hasilnya, kalau ada kekurangan akan kita evaluasi, dan kita minta arahan lagi dari Pak Gubernur untuk tahap berikutnya,” imbuhnya.

‎Program vokasi ini diharapkan menjadi terobosan dalam menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu berwirausaha sejak dini, sejalan dengan potensi besar Kalimantan Tengah di sektor sumber daya alam.

‎Langkah ini sekaligus menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dibawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran dan Wagub H. Edy Pratowo dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, produktif, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(Rzn/Foto: Media Disdik)