PALANGKA RAYA – Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan silaturahmi dan halal bihalal yang digelar Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, bersama organisasi kepemudaan dan mahasiswa dan dihadiri kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), berlangsung di Istana Isen Mulang, Minggu (29/3/2026).

‎Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua/Wakil Ketua dan perwakilan masing-masing Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Kota Palangka Raya, Himpunan Mahasiswa (HIMA) se-Kalimantan Tengah, serta organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Cipayung Plus. Momentum ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dengan generasi muda.

‎Dalam penyampaiannya, Gubernur menegaskan bahwa pemuda dan mahasiswa memiliki posisi penting sebagai kekuatan moral dan intelektual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, peran generasi muda sangat strategis dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat persatuan, serta mendorong percepatan pembangunan daerah.

‎Ia juga menekankan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk terus membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi mahasiswa dan pemuda, baik melalui dialog, kolaborasi, maupun keterlibatan langsung dalam berbagai program pembangunan.

‎Di sisi lain, Gubernur turut memaparkan kondisi fiskal daerah yang saat ini tengah menghadapi tantangan cukup berat. APBD Tahun 2026 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2025, dari sekitar Rp10,3 triliun menjadi Rp5,4 triliun. Selain itu, luas wilayah Kalimantan Tengah yang besar serta persoalan tata ruang yang belum sepenuhnya tuntas menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pembangunan.

‎Meski demikian, ia memastikan bahwa kondisi tersebut tidak akan mengurangi komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan program prioritas. Berbagai kebijakan tetap diarahkan pada program berbasis masyarakat yang menyentuh langsung kebutuhan warga, dengan prinsip efektivitas, efisiensi, dan tepat sasaran.

‎“Walaupun dihadapkan pada keterbatasan fiskal, kami tetap berkomitmen menjalankan program-program prioritas yang benar-benar dirasakan masyarakat, dengan pendekatan yang efektif, efisien, dan tepat sasaran,” tegasnya.

‎Dalam sesi dialog, para perwakilan mahasiswa dan organisasi kepemudaan menyampaikan beragam aspirasi, kritik, serta gagasan konstruktif kepada pemerintah. Isu yang diangkat pun cukup luas, mulai dari program strategis nasional seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, Koperasi Merah Putih, hingga pengembangan food estate, dan tak ketinggalan dalam dialog hangat tersebut membahas terkait Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).

‎Selain itu, perhatian juga diberikan pada persoalan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), hingga dinamika geopolitik internasional yang dinilai turut berdampak pada daerah. Para mahasiswa menyatakan kesiapan mereka untuk berkolaborasi dan berkontribusi aktif dalam pembangunan Kalimantan Tengah ke depan.

‎Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan generasi muda sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Bumi Tambun Bungai.

(Rzn/Foto: Media Disdik)