Palangka Raya – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah berhasil meraih Juara II dalam ajang Lomba Stand Kalteng Expo 2026 kategori Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah. Prestasi tersebut diumumkan pada acara penutupan Kalteng Expo 2026 dalam rangka Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya, Sabtu (23/5/2026).

‎Penutupan expo dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden. Pada kategori perangkat daerah, Juara I diraih Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Juara II Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, dan Juara III Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah.


‎Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo menyampaikan bahwa keikutsertaan Disdik Kalteng dalam Kalteng Expo 2026 tidak hanya sekadar menampilkan dekorasi stand, tetapi menghadirkan konsep pendidikan yang menyatu dengan budaya, teknologi, kreativitas, dan semangat kebersamaan melalui tema HUMA BETANG.

‎Menurutnya, filosofi Huma Betang diwujudkan secara nyata melalui kolaborasi seluruh jenjang pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, mulai dari SMA, SMK hingga SKH. Stand tersebut menjadi simbol rumah besar pendidikan yang menyatukan keberagaman potensi, bakat, budaya, dan inovasi dalam satu wadah kebersamaan.

‎“Konsep HUMA BETANG yang kami hadirkan bukan hanya tampilan visual, tetapi benar-benar diwujudkan melalui kolaborasi seluruh jenjang pendidikan. Ini menjadi gambaran semangat gotong royong, persatuan, dan keberagaman dalam dunia pendidikan Kalimantan Tengah,” ujar Muhammad Reza Prabowo.


‎Keistimewaan stand Disdik Kalteng terlihat dari keterlibatan langsung para murid sebagai pelaku utama kegiatan. Para siswa tidak hanya memamerkan produk unggulan dan karya sekolah, tetapi juga memperlihatkan keterampilan mereka kepada masyarakat secara langsung. Pengunjung diberikan kesempatan belajar menenun, mencanting, hingga membuat batik tulis bersama siswa.

‎Selain itu, siswa jurusan busana dari SMK turut menampilkan kemampuan mendesain busana menggunakan alat praktik modern dan canggih yang merupakan bantuan dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah untuk mendukung pembelajaran vokasi berbasis industri dan teknologi.


‎Nuansa budaya lokal juga terasa kuat melalui penampilan seni musik tradisional berupa permainan kecapi dan mengerungut yang dibawakan langsung oleh para murid. Penampilan tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus sarana pelestarian budaya daerah kepada generasi muda.

‎Tidak kalah menarik, Bidang Sekolah Khusus (SKH) menghadirkan berbagai hasil karya peserta didik disabilitas yang dipamerkan dan dijual kepada pengunjung. Kehadiran siswa SKH dalam stand ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan inklusif di Kalimantan Tengah terus memberikan ruang dan penghargaan terhadap kreativitas seluruh peserta didik tanpa terkecuali.


‎Pengunjung juga diajak belajar Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) bersama para siswa SKH, menciptakan suasana edukasi yang inklusif, interaktif, dan penuh empati.

‎Di bidang teknologi pendidikan, BTIKP Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah turut menghadirkan pembelajaran interaktif berbasis digital menggunakan TV interaktif. Bersama para Duta Teknologi Rumah Belajar, pengunjung mengikuti berbagai games edukatif dan pembelajaran digital yang menarik serta menyenangkan.


‎Antusiasme masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, menunjukkan bahwa transformasi pendidikan berbasis teknologi di Kalimantan Tengah semakin berkembang dan mampu menciptakan pengalaman belajar yang kreatif dan inovatif.

‎Tidak hanya menampilkan seni dan teknologi, siswa SMA juga memamerkan berbagai karya ilmiah dan inovasi penelitian yang telah memperoleh pengakuan di tingkat nasional maupun internasional. Berbagai karya tersebut diperkenalkan sebagai produk inovatif yang memiliki nilai guna, manfaat kesehatan, hingga potensi ekonomi untuk dikembangkan dan dipasarkan kepada masyarakat.


‎Muhammad Reza Prabowo menegaskan bahwa prestasi Juara Stand Terbaik II menjadi bentuk apresiasi atas kerja sama dan dedikasi seluruh pihak dalam menghadirkan wajah pendidikan Kalimantan Tengah yang maju, inklusif, berbudaya, inovatif, dan membanggakan.

‎“Stand ini menjadi representasi nyata semangat HUMA BETANG, yakni menyatukan budaya, kreativitas, teknologi, inovasi, dan semangat kebersamaan dalam satu rumah besar pendidikan Kalimantan Tengah,” tutupnya.
(Rzn/Foto: Media Disdik)