BUNTOK – Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran untuk mewujudkan pendidikan yang setara kembali ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo saat bersilaturahmi ke SMA Islam Terpadu Baiturrahman Buntok, Senin (21/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Reza menegaskan bahwa sekolah negeri maupun swasta harus mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama dalam pengembangan pendidikan.
Reza mengakui, persoalan pengelolaan tenaga pendidik, khususnya Guru Tidak Tetap (GTT), masih menjadi tantangan yang harus dicarikan solusi, tapi untuk Pegawai Tidak Tetap (PTT) seperti penjaga sekolah atau security, operator dan lainnya bisa kita outsourcing kan. Ia menjelaskan adanya ketentuan pemerintah yang membatasi kemampuan Pemprov dalam menggaji GTT, sementara kebutuhan tenaga pendidik di sekolah tetap harus dipenuhi. “Terkait GTT, Pemprov tidak boleh menggajih. Kalau ketahuan ada sanksi yang diberikan. Ini yang membuat saya dilema, kalau diserahkan ke sekolah, apakah sekolah mampu menggaji?” ungkapnya.

Namun, keterbatasan tersebut menurut Reza tidak boleh menjadi alasan untuk membedakan sekolah berdasarkan status maupun lokasi. Ia memastikan dukungan fasilitas pendidikan terus diarahkan secara merata, termasuk bagi sekolah swasta di daerah. “Terkait fasilitas dan bantuan saya tidak membedakan. TV interaktif misalnya, di sini juga mendapatkan. Pokoknya semua harus setara, baik itu negeri maupun swasta, baik di kota maupun desa. Jangan ada gap,” tegas Reza.
Khusus kepada keluarga besar SMA Islam Terpadu Baiturrahman Buntok, Reza mendorong seluruh warga sekolah untuk terus bangkit dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Ia meyakini setiap sekolah memiliki siswa-siswa potensial yang dapat mengharumkan nama daerah apabila mendapatkan ruang, pembinaan, dan perhatian yang tepat. “Harus bangkit SMA Islam Terpadu Baiturrahman Buntok. Di sini pasti ada mutiara, pasti ada murid yang berprestasi,” katanya.

Reza juga mengingatkan bahwa potensi akademik tidak hanya dimiliki murid yang berada di pusat perkotaan. Pengalaman pelaksanaan asesmen dan pemetaan kemampuan murid menunjukkan bahwa murid dengan kemampuan luar biasa atau IQ superior justru dapat ditemukan di wilayah pelosok dan pedalaman Kalteng. “Seperti sebelumnya kita selalu melaksanakan AMB, ternyata anak yang punya IQ superior ada di pelosok pedalaman, bukan di kota. Jangan sampai anak-anak seperti ini tidak mendapat perhatian,” ujarnya.
Karena itu, Disdik Kalteng terus
mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang memberikan kesempatan kepada
seluruh anak untuk berkembang tanpa melihat asal sekolah maupun tempat tinggal.
Kesetaraan akses, fasilitas, dan perhatian pendidikan menjadi bagian penting
agar potensi-potensi terbaik dari seluruh penjuru Kalteng dapat ditemukan,
dibina, dan diberi kesempatan untuk berprestasi.
(Rzn/Foto: Media Disdik)
Baca juga : Kadisdik Kalteng Dorong Sekolah Mandiri, Sampah Plastik Diolah Jadi Energi untuk Biayai Operasional
Baca juga : Axel Giyofandhi Ukir Sejarah, Raih Medali Perunggu OSN Biologi Nasional 2026 untuk Kalteng
Baca juga : Kadisdik Kalteng: Jangan Paksa Murid ke Sekolah, Keselamatan Harus Jadi Prioritas