Jakarta – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dibawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih penghargaan kategori pendidikan dalam ajang National Governance Awards 2026: Sinergi Nusantara Untuk Indonesia Emas yang diselenggarakan Metro TV.

Trophy penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti, dan diterima oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H. Edy Pratowo, yang mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, di Grand Ballroom The Ritz-Carlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Usai menerima penghargaan, Wagub H. Edy Pratowo menyampaikan apresiasi kepada Metro TV sekaligus menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran dalam memajukan sektor pendidikan.
“Pertama-tama kami ucapkan terima kasih kepada Metro TV atas penghargaan ini. Ini merupakan wujud nyata komitmen kuat pemerintah provinsi, Bapak Gubernur H. Agustiar Sabran, bersama seluruh SOPD, khususnya Dinas Pendidikan, dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbagai kebijakan pendidikan yang dijalankan saat ini berangkat dari kesadaran akan masih adanya ketimpangan dan kesenjangan sumber daya manusia, khususnya di wilayah pedalaman. Karena itu, Pemprov Kalteng fokus menghadirkan solusi nyata melalui program-program strategis.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menghadirkan program sekolah gratis, terutama mereka yang kurang mampu dan yang dari pedalaman. Tidak hanya itu, transformasi pendidikan juga diperkuat melalui ekosistem digitalisasi pembelajaran, termasuk penggunaan papan tulis interaktif di setiap ruangan sekolah-sekolah yang dilengkapi juga dengan panel surya dan starlink.
“Adanya isu ketidakadilan dan ketidakmerataan menjadi latar belakang kami untuk meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan. Salah satunya dengan program sekolah gratis serta digitalisasi pembelajaran menggunakan papan tulis interaktif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pemprov Kalteng juga menggulirkan program unggulan 1 Keluarga 1 Sarjana yang menargetkan hingga 10.000 mahasiswa baru, serta membuka akses pendidikan vokasi melalui program D1 bagi 2.000 calon mahasiswa. Seluruh program tersebut diberikan secara gratis dan dibiayai oleh pemerintah daerah, khususnya bagi masyarakat kurang mampu dan yang berada di wilayah pedalaman.
“Semua kami gratiskan dan ditanggung oleh pemerintah provinsi. Kami ingin memastikan anak-anak di pedalaman memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi. Ini penting karena Kalteng kaya sumber daya alam, namun harus didukung SDM yang unggul dan memiliki keterampilan,” tegas Edy.
Selain sektor pendidikan, Pemprov Kalteng juga meluncurkan inovasi program Kartu Rumah Betang Sejahtera, yang mengintegrasikan berbagai bantuan sosial dalam satu kartu. Program ini mencakup akses pendidikan gratis, kuliah gratis, beasiswa, hingga bantuan pangan murah dan bantuan tunai bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pada tahap awal, program tersebut menyasar sekitar 300 ribu penerima manfaat, dengan prioritas masyarakat berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dari desil 1 hingga desil 5. Ke depan, program ini ditargetkan menjangkau lebih dari satu juta masyarakat Kalimantan Tengah.
Melalui berbagai terobosan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sektor pendidikan yang inklusif, berbasis teknologi, dan berkeadilan. Penghargaan nasional ini pun menjadi bukti bahwa upaya tersebut mendapat pengakuan di tingkat nasional sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
(Rzn/Foto: Media Disdik)