PALANGKA
RAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan
Tengah terus memperkuat pemantauan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
melalui platform Kelas Digital Huma Betang. Platform tersebut menjadi
salah satu sarana untuk memantau kondisi pembelajaran SMA, SMK dan SKH selama
masa karhutla.
Dalam Zoom Monitoring Evaluasi PJJ, Rabu
(23/9/2026), Kepala Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP)
Apni Ranti menyampaikan perkembangan laporan mandiri satuan pendidikan
melalui platform tersebut.
“Berdasarkan laporan platform Kelas
Digital Huma Betang, tingkat kepatuhan laporan mandiri sekolah saat ini berada
di angka 73,5 persen,” disampaikan dalam rapat.
Dari total 427 satuan pendidikan
SMA, SMK dan SKH yang terdata, sebanyak 314 sekolah aktif melaporkan kondisi
pembelajaran. Sementara berdasarkan laporan akumulasi periode 7–21
September 2026, terdapat 187 sekolah melaksanakan PJJ/daring penuh, 97
sekolah PTM terbatas dan 30 sekolah PTM normal.
“Laporan ini sangat penting sebagai bahan
evaluasi bersama, terutama untuk mendeteksi potensi gangguan teknis dan
memetakan kebutuhan di lapangan,” demikian penjelasan BTIKP.
Sekolah yang memiliki akses jaringan
memadai diminta tetap menyampaikan laporan secara berkala. Data tersebut
menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk memetakan kondisi pembelajaran dan
kebutuhan sekolah di lapangan.
Operator Kelas Digital Huma Betang juga
diminta mengunggah tautan pembelajaran tepat waktu agar pemantauan dari
Dinas Pendidikan dapat berjalan lebih lancar, termasuk ketika pejabat melakukan
pemantauan terhadap kegiatan pembelajaran daring.
(Rzn/Foto: Media Disdik)
Baca juga : Disdik Kalteng: Jangan Paksakan PTM Saat Asap Tebal, Keselamatan Murid Jadi Prioritas
Baca juga : PJJ di Tengah Kabut Asap, Disdik Kalteng Dorong Guru Terapkan Pembelajaran Hemat Kuota
Baca juga : Disdik Kalteng Minta Sekolah Evaluasi Kondisi Udara Setiap Hari Sebelum Tentukan PTM atau PJJ