PALANGKA
RAYA – Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh
(PJJ) di tengah kondisi kabut asap menghadirkan tantangan tersendiri
bagi sekolah di Kalimantan Tengah. Salah satunya adalah keterbatasan paket
data dan kualitas jaringan internet yang berbeda-beda di setiap wilayah.
Karena itu, Dinas Pendidikan Provinsi
Kalimantan Tengah melalui Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Kalteng Safrudin
mendorong guru dan sekolah untuk mengembangkan formula pembelajaran yang
hemat kuota, tanpa mengurangi esensi pembelajaran bagi murid.
“Tidak harus setiap mata pelajaran
menggunakan Zoom. Diatur sedemikian rupa, misalnya tiap mata pelajaran 20 menit
Zoom,” ucap Sekdis dalam Zoom Monitoring Evaluasi PJJ, Rabu (23/9/2026).
Sekolah juga didorong memanfaatkan
bahan ajar yang dapat diunduh untuk dipelajari secara offline. Pendekatan
tersebut dinilai dapat menjadi alternatif ketika kondisi jaringan maupun
kemampuan membeli paket data menjadi kendala bagi murid dan keluarga.
“Bapak/Ibu juga bisa memberikan bahan ajar
yang diunduh untuk dipelajari secara offline. Namun, tetap harus dipikirkan
kontrolnya seperti apa,” demikian penekanan dalam rapat.
Guru juga didorong menyusun modul, lembar
aktivitas dan penugasan berbasis rumah. Pembelajaran tidak harus selalu
menggunakan video conference, karena tidak semua murid memiliki akses
perangkat, jaringan dan paket data yang memadai.
Disdik Kalteng berharap sekolah dapat
berkreasi mencari formula PJJ yang efektif sekaligus hemat kuota. Fokus
pembelajaran tetap diarahkan pada literasi, numerasi, karakter dan potensi
esensial murid.
(Rzn/Foto: Media Disdik)