‎Pulang Pisau – Pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) kelas XII di SMAN 2 Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Senin (20/4/2026), berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ujian kali ini sepenuhnya berbasis platform Kelas Digital Huma Betang yang terintegrasi dalam ekosistem pembelajaran digital Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.

‎Pembina yang melakukan monitoring dan evaluasi, Made Pujangga, menegaskan bahwa kehadirannya bertujuan memastikan pelaksanaan ujian berjalan optimal sekaligus melihat langsung efektivitas sistem digital yang diterapkan.

‎“Pelaksanaan PSAJ hari ini kita lakukan monitoring dan evaluasi secara langsung untuk memastikan bahwa ujian berbasis Kelas Digital Huma Betang ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujar Made Pujangga.

‎Ia menjelaskan bahwa transformasi digital dalam sistem evaluasi pendidikan bukan lagi sekadar rencana jangka panjang, melainkan kebutuhan yang harus diterapkan saat ini.

‎“Kita bukan lagi bicara soal masa depan, tapi bagaimana hari ini teknologi mempermudah akuntabilitas dan efisiensi pendidikan,” tegasnya.

‎Dalam kunjungannya, Made Pujangga juga memantau kesiapan infrastruktur sekolah, termasuk jaringan internet dan perangkat yang digunakan siswa selama ujian berlangsung.

‎“Fokus utama monitoring ini adalah memastikan kestabilan jaringan dan kesiapan perangkat. Dari hasil pemantauan, kendala teknis tidak terlalu signifikan dan tidak menghambat konsentrasi siswa,” ungkapnya.

‎Ia turut memberikan apresiasi kepada pihak SMAN 2 Maliku yang dinilai mampu beradaptasi dengan baik terhadap sistem digital, meskipun berada di wilayah dengan tantangan geografis tersendiri.

‎“Saya memberikan apresiasi tinggi kepada Kepala SMAN 2 Maliku, Bapak Fedrik Athur, yang mampu mengadaptasi sistem digital ini secara matang di tengah tantangan yang ada,” katanya.

‎Menurutnya, langkah sekolah dalam memanfaatkan platform digital tidak hanya dalam pembelajaran, tetapi juga dalam pelaksanaan ujian merupakan bentuk nyata transformasi pendidikan di Kalimantan Tengah.

‎“Langkah SMAN 2 Maliku ini adalah bukti nyata bahwa transformasi pendidikan berbasis teknologi sudah berjalan, khususnya di wilayah Kecamatan Maliku,” tambahnya.

‎Made Pujangga juga menyoroti aspek integritas dalam pelaksanaan ujian berbasis digital yang dinilai lebih terjamin dibandingkan metode konvensional.

‎“Dengan sistem yang terintegrasi, potensi kecurangan dapat diminimalisir, sehingga integritas ujian lebih terjaga dan hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan siswa,” jelasnya.

‎Selain itu, ia menilai penggunaan platform Kelas Digital Huma Betang memberikan dampak positif terhadap efisiensi kerja guru, terutama dalam proses penilaian.

‎“Sistem ini memungkinkan koreksi nilai dilakukan secara otomatis dan real time setelah ujian selesai, sehingga jauh lebih efisien dan akurat,” ujarnya.

‎Pada hari pertama pelaksanaan PSAJ, mata pelajaran yang diujikan adalah Biologi dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Hingga siang hari, seluruh rangkaian kegiatan terpantau berjalan lancar dan tertib.

‎“Secara keseluruhan pelaksanaan PSAJ hari ini berjalan dengan baik, sesuai instrumen yang telah ditetapkan, dan ini menandai keberhasilan integrasi teknologi dalam sistem evaluasi akhir sekolah,” tuturnya.

‎Di akhir keterangannya, Made Pujangga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah atas dukungan penuh terhadap digitalisasi pendidikan.

‎“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, serta Plt. Kadisdik Kalteng Muhammad Reza Prabowo atas dukungan fasilitas dan platform Kelas Digital Huma Betang ini,” pungkasnya.

‎Ia berharap, inovasi ini menjadi langkah awal menuju peningkatan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah.

‎“Semoga ini menjadi proses menuju Kalimantan Tengah yang semakin maju, unggul, dan berkah,” tutup Made Pujangga.

(Rzn/Foto: Media Disdik)