PALANGKA RAYA – Prestasi membanggakan kembali diukir generasi muda Kalimantan Tengah. Tim Peneliti Belia dari SMA Negeri 3 Palangka Raya Geovan Marvellino, Katherine Allusia Handra, Gladys Nathazia Ananda Debint, Chintya Putri Jasmine, Realynn Telabang Narang, dan Marsel U berhasil meraih Medali Emas dalam ajang Lomba Peneliti Belia 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA), dengan lokasi kegiatan di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Prestasi tersebut diraih melalui inovasi penelitian PURE-PEAT, teknologi filtrasi air gambut yang mengintegrasikan bahan-bahan lokal sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas air di kawasan lahan gambut.

Penelitian berjudul PURE-PEAT: Integrasi Purun, Pasir, Limbah Kayu, dan Kerikil sebagai Media Filtrasi untuk Menjernihkan dan Menetralkan pH Air Gambut Berbasis Kearifan Lokal menjadi bukti kreativitas murid dalam mengembangkan riset yang berangkat dari persoalan nyata di lingkungan sekitar. Tim ini mengangkat potensi sumber daya lokal Kalimantan Tengah untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya bernilai ilmiah, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat.


Kondisi wilayah Kalimantan Tengah yang memiliki kawasan lahan gambut luas menghadirkan tantangan tersendiri dalam penyediaan air bersih. Air gambut umumnya memiliki warna pekat, tingkat keasaman tinggi, serta kandungan bahan organik yang memengaruhi kualitasnya. Berangkat dari permasalahan tersebut, tim peneliti SMAN 3 Palangka Raya mengembangkan PURE-PEAT dengan memanfaatkan tanaman purun, pasir, kerikil, dan arang dari limbah kayu sebagai media filtrasi yang dirancang agar lebih terjangkau dan ramah lingkungan.

Melalui serangkaian penelitian, pengembangan prototipe, dan pengujian laboratorium, PURE-PEAT menunjukkan hasil yang menjanjikan. Pengujian terhadap susunan filter yang dinilai paling optimal menunjukkan peningkatan pH air gambut dari 4,0 menjadi 6,5, disertai peningkatan kejernihan hingga 60 persen. Hasil tersebut memperlihatkan potensi pemanfaatan bahan lokal dalam pengolahan air gambut. Meski demikian, kelayakan air untuk diminum tetap memerlukan pengujian menyeluruh terhadap parameter mikrobiologi dan kimia sebelum dinyatakan aman untuk dikonsumsi.


Ketua Tim Peneliti Belia SMAN 3 Palangka Raya, Geovan Marvellino, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah atas dukungan yang diberikan selama proses penelitian hingga keikutsertaan tim dalam kegiatan di Universitas Indonesia. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong murid untuk terus mengembangkan kemampuan riset dan mengikuti kompetisi ilmiah.

“Perkenalkan, nama saya Geovan Marvellino, selaku ketua Tim Peneliti Belia SMAN 3 Palangka Raya. Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah yang telah membantu dan mendukung setiap penelitian serta proses kegiatan yang kami jalani di Universitas Indonesia,” ungkap Geovano, Senin (19/10/2026).


Ia berharap dukungan terhadap pengembangan penelitian dan inovasi pelajar di Kalimantan Tengah dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak murid memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi, menghasilkan karya, dan berprestasi melalui penelitian. “Ke depannya, kami berharap Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terus berkembang dan terus menyalurkan dukungan serta bantuan kepada banyak pelajar di Kalimantan Tengah,” tambahnya.

Raihan Medali Emas Lomba Peneliti Belia 2026 ini sekaligus menjadi wujud semangat yang diusung SMAN 3 Palangka Raya, yakni Riset Hari Ini untuk Lingkungan yang Lebih Baik Esok Nanti. Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi murid lainnya untuk berani meneliti, berpikir kritis, dan mengembangkan inovasi berbasis potensi daerah. Ke depan, tim peneliti berencana menyempurnakan prototipe serta metodologi PURE-PEAT agar potensinya dapat terus dikaji dan dikembangkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat di kawasan gambut Kalimantan Tengah.

(Rzn/Foto: Ist)