PALANGKA RAYA – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ruang untuk melihat kembali berbagai perubahan yang telah dilakukan di sektor pendidikan Kalimantan Tengah. Di tengah tuntutan zaman yang semakin digital, wajah pendidikan Kalteng dalam hampir tiga tahun terakhir mulai bergerak dari pola pembelajaran konvensional menuju ekosistem pendidikan yang lebih modern, terintegrasi dan berbasis teknologi.

‎Perubahan tersebut tidak terlepas dari berbagai inovasi yang dijalankan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo, yang sejak 14 Desember 2023 menjalankan tugas sebagai Plt. Kadisdik, kemudian dilantik sebagai Kadisdik definitif pada 26 Mei 2026, hingga hari ini memasuki momentum HUT ke-81 RI, sederet program terobosan telah diluncurkan, mulai dari digitalisasi pembelajaran, penguatan kompetensi siswa dan guru, pemerataan akses pendidikan, hingga sistem pengawasan dan pengaduan berbasis digital.

‎Transformasi itu semakin kuat seiring dukungan kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, mulai dari era Gubernur H. Sugianto Sabran hingga kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran saat ini. Pendidikan tidak lagi hanya dipandang sebagai urusan ruang kelas, tetapi ditempatkan sebagai investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi muda Kalteng agar mampu menjadi tuan di daerahnya sendiri sekaligus bersaing di tingkat nasional dan global.

‎Salah satu wajah baru transformasi tersebut terlihat melalui PENA Kalteng. Platform digital ini dikembangkan untuk memperkuat pengawasan dan pelaporan berbagai program pendidikan, termasuk BOSDA dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kehadiran sistem monitoring digital membuat proses pelaporan sekolah dapat dilakukan secara lebih terukur dan transparan, sekaligus membantu pemerintah memperoleh gambaran kondisi pelaksanaan program di lapangan.

‎Transformasi juga menyentuh langsung proses belajar mengajar. TV interaktif atau papan tulis digital, Starlink dan panel surya mulai menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran berbasis teknologi hingga ke wilayah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses. Melalui konsep hybrid learning, siswa di daerah dapat memperoleh kesempatan belajar dengan sumber dan pengalaman pembelajaran yang semakin luas.

‎Langkah tersebut kemudian diperkuat melalui Kelas Digital Huma Betang, yang menjadi salah satu fondasi ekosistem pembelajaran digital Kalteng. Sistem ini dikembangkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pembelajaran, mulai dari absensi, modul, hingga pelaksanaan evaluasi secara daring. Teknologi dengan demikian tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi mulai ditempatkan sebagai bagian dari sistem pendidikan itu sendiri.

‎Di sisi pemerataan akses, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga menjalankan berbagai program afirmasi. Sekolah Gratis, Kuliah Gratis yang dulunya Beasiswa TABE Berkah dan kini melalui visi Satu Rumah Satu Sarjana, hingga pembangunan 5.000 Rumah Berkah untuk Guru menjadi bagian dari upaya memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi masyarakat Kalteng memperoleh pendidikan yang layak.

‎Sementara itu, penguatan kualitas sumber daya manusia dilakukan melalui berbagai program seperti Asesmen Minat dan Bakat (AMB), PKDS Berkah, pembelajaran bahasa asing virtual, Try Out UTBK gratis, pelatihan guru berbasis LMS Huma Betang Training System, serta penguatan STEM, coding dan Artificial Intelligence (AI).

‎Program-program tersebut menunjukkan bahwa pendidikan Kalteng mulai diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga membangun keterampilan yang relevan dengan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

‎Menariknya, transformasi pendidikan juga mulai menyentuh sisi produktivitas dan kemandirian siswa. Melalui BERSINERGI (Berkah Siswa untuk Negeri), karya siswa didorong untuk masuk ke ruang pemasaran digital. Di sisi lain, fasilitasi pendidikan ke luar negeri dan program persiapan bagi siswa yang ingin mengikuti seleksi TNI, Polri dan sekolah kedinasan menjadi bagian dari upaya membuka lebih banyak pilihan masa depan bagi generasi muda Kalteng.

‎Tidak berhenti pada pembelajaran dan akses pendidikan, Disdik Kalteng juga membangun sistem layanan yang lebih terbuka melalui Whistleblowing System (WBS). Kanal pengaduan berbasis digital tersebut memberikan ruang bagi warga sekolah dan masyarakat untuk menyampaikan persoalan pendidikan secara aman dan rahasia. Kehadiran WBS menjadi bagian dari komitmen memperkuat tata kelola pelayanan pendidikan yang transparan dan responsif.

‎Jika dirangkum, sedikitnya 18 program terobosan telah menjadi bagian dari perjalanan transformasi pendidikan Kalteng dalam periode kepemimpinan Muhammad Reza Prabowo. Mulai dari PENA Kalteng, digitalisasi pembelajaran, Kelas Digital Huma Betang, Sekolah Gratis, Kuliah Gratis, AMB, PKDS Berkah, pembelajaran bahasa asing virtual, BERSINERGI, pelatihan guru berbasis LMS, 5.000 Rumah Berkah untuk Guru, Try Out UTBK gratis, TABE Berkah, PMMK Berkah, fasilitasi studi ke luar negeri, penguatan STEM dan AI, WBS, hingga fasilitasi sekolah kedinasan.

‎Hasil dari Terobosan dan Inovasi itu, pada akhirnya Pemprov Kalteng berhasil meraih penghargaan Outstanding Initiative for Expanding Higher Education Access dalam ajang bergengsi CNN Indonesia Awards 2025. yang digelar di Grand Ballroom The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, pada Jumat 31 Oktober 2025, lalu. Dan meraih penghargaan kategori pendidikan dalam ajang National Governance Awards 2026 Sinergi Nusantara Untuk Indonesia Emas yang diselenggarakan oleh Metro TV,  pada  24 April 2026, lalu.

‎Bagi Reza, rangkaian inovasi tersebut bukan sekadar program yang diluncurkan, melainkan bagian dari ikhtiar panjang untuk menghadirkan pendidikan yang mampu menjawab perubahan zaman.

‎“Semua ini adalah wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk memajukan dunia pendidikan. Kita terus berinovasi agar anak-anak Kalteng mampu bersaing di level nasional maupun global, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur Huma Betang,” tegas Muhammad Reza Prabowo, Minggu (16/8/2026).

‎Semangat itulah yang menjadi relevan dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Jika dahulu kemerdekaan diperjuangkan untuk membebaskan bangsa dari penjajahan, maka hari ini semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui perjuangan membuka akses pengetahuan, teknologi dan kesempatan yang lebih luas bagi setiap anak bangsa.

‎Di Kalimantan Tengah, perjuangan tersebut terus dilanjutkan melalui pendidikan. Sekolah yang semakin terkoneksi, guru yang semakin adaptif, siswa yang semakin melek teknologi, serta akses pendidikan yang semakin terbuka menjadi gambaran bahwa kemerdekaan juga sedang diterjemahkan dalam bentuk yang lebih nyata: memberikan kesempatan kepada generasi muda Kalteng untuk belajar, berkembang dan menentukan masa depannya sendiri.

‎Memasuki usia 81 tahun Indonesia Merdeka, transformasi pendidikan Kalteng pun terus bergerak. Sebab membangun masa depan daerah tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur, tetapi juga harus membangun manusia. Dan pendidikan adalah jalan panjang untuk melahirkan generasi yang mampu membawa Kalimantan Tengah semakin Berkah, Kalteng Maju, Kalteng Sejahtera berdaya saing dan tetap berakar pada jati diri Huma Betang.

(Rzn/Foto: Media Disdik)