KOTA BESI – Kepedulian terhadap perjuangan tim penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan keluarga besar SMA Negeri 1 Kota Besi. Melalui swadaya warga sekolah, murid, dan komite, bantuan berupa 27 dus air mineral serta dua paket kue dan makanan ringan disalurkan kepada tim karhutla yang bertugas di Pos Karhutla Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (23/9/2026).
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan nyata kepada para petugas yang setiap hari berada di lapangan untuk melakukan pemadaman dan penanganan karhutla. Di tengah kondisi kemarau dan ancaman kebakaran yang masih terjadi, kebutuhan logistik menjadi salah satu bagian penting untuk mendukung aktivitas tim selama menjalankan tugas.
Kepala SMAN 1 Kota Besi, Indah Siswanti mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil kepedulian dan gotong royong warga sekolah bersama murid serta komite. Menurutnya, meskipun bantuan yang diberikan sederhana, semangat di balik bantuan tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada para petugas yang telah bekerja menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat.
“Mungkin yang kami berikan tidak seberapa, tetapi kami ingin para petugas di lapangan tahu bahwa perjuangan mereka dilihat, dihargai, dan didukung. Ini merupakan bentuk kepedulian dari keluarga besar SMAN 1 Kota Besi,” ujar Indah Siswanti.
Ia menambahkan, kepedulian terhadap lingkungan dan sesama merupakan bagian dari pendidikan karakter yang perlu terus ditanamkan kepada murid. Karena itu, keterlibatan murid dalam aksi sosial seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati, kepedulian, serta semangat gotong royong dalam menghadapi persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Penyaluran bantuan ke Pos Karhutla Kecamatan Kota Besi juga menjadi bentuk dukungan moral bagi tim yang tengah menjalankan tugas. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi petugas selama berada di lapangan, sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan mereka mendapatkan perhatian dan dukungan dari masyarakat.
Melalui aksi sederhana tersebut, SMAN 1 Kota Besi menunjukkan bahwa kontribusi dalam menghadapi karhutla tidak selalu harus dalam bentuk besar. Ketika sekolah, murid, komite, dan masyarakat bergerak bersama, kepedulian dapat menjadi kekuatan untuk mendukung mereka yang berada di garis depan penanganan karhutla.
(Rzn/Foto: Media Disdik)