PALANGKA RAYA – Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut menjadi perhatian Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya terhadap kesehatan warga satuan pendidikan. Berdasarkan pembaruan Kelas Digital Huma Betang (https://kelashumabetang.id/posko-karhutla) pada Selasa (22/9/2026), tercatat 27 satuan pendidikan melaporkan kasus kesehatan yang berkaitan dengan kondisi udara.
Dari dashboard tersebut, tercatat 339 kasus ISPA berupa batuk/pilek, 72 kasus sesak napas/asma, serta 132 kasus iritasi mata dan kulit yang dilaporkan dari satuan pendidikan. Selain itu, terdapat 4 kasus yang mendapat rujukan ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Laporan kesehatan tersebut berasal dari berbagai wilayah Kalteng. Salah satu laporan terbesar tercatat di SMAN 1 Kahayan Hulu Utara, Kabupaten Gunung Mas, dengan 165 kasus yang terdiri atas 110 kasus ISPA, 25 kasus sesak napas/asma dan 30 kasus iritasi mata/kulit. Laporan juga berasal dari sejumlah sekolah di Katingan, Kotawaringin Barat, Barito Selatan, Palangka Raya, Murung Raya, Lamandau, Sukamara dan wilayah lainnya.
Data tersebut menjadi bagian dari pemantauan terpadu yang dilakukan melalui Kelas Digital Huma Betang. Sekolah dapat melaporkan kondisi kesehatan warga satuan pendidikan, sehingga informasi yang masuk dapat menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah pembelajaran maupun kebutuhan penanganan lebih lanjut.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan murid serta guru menjadi perhatian utama dalam menghadapi kondisi karhutla. “Setiap laporan kesehatan dari sekolah menjadi perhatian kita. Kita ingin kondisi murid dan guru terus terpantau, dan apabila ada yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, harus segera dikoordinasikan dengan fasilitas kesehatan,” ujar Reza.
Menurut Reza, pemantauan kesehatan tersebut juga berjalan beriringan dengan pemantauan kualitas udara dan status pembelajaran. Dengan sistem digital yang terintegrasi, Disdik Kalteng dapat memperoleh gambaran kondisi satuan pendidikan secara lebih cepat, sehingga langkah penyesuaian pembelajaran dapat dilakukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan, dengan tetap menempatkan kesehatan warga sekolah sebagai prioritas.
(Rzn/Foto: Media Disdik)
Baca juga : 98 Modul Ajar Digital Disiapkan, Pembelajaran Murid Kalteng Tetap Berjalan di Tengah Karhutla
Baca juga : 273 Kelas Virtual Aktif, Kelas Digital Huma Betang Jaga Pembelajaran Tetap Berjalan di Tengah Karhutla
Baca juga : ISPU Kalteng Capai 563, 135 Sekolah Beralih ke BDR di Tengah Kabut Asap Karhutla