‎PASAK TALAWANG – Di tengah tantangan rendahnya minat baca di kalangan generasi muda, SMAN 1 Pasak Talawang menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah ini mewajibkan setiap calon murid membaca dan membuat resume artikel online sebagai salah satu syarat administrasi pendaftaran.

‎Kepala SMAN 1 Pasak Talawang, Agustien Mantuh Wasana Putri mengatakan kebijakan tersebut merupakan strategi untuk menanamkan budaya literasi sejak awal sebelum peserta didik resmi mengikuti kegiatan belajar mengajar.

‎"Kami ingin proses penerimaan murid baru tidak hanya menjadi kegiatan administratif, tetapi juga menjadi momentum edukatif. Sejak hari pertama berinteraksi dengan sekolah, calon murid sudah diajak untuk membaca, memahami informasi, kemudian menuangkannya kembali dalam bentuk tulisan. Inilah langkah awal membangun budaya literasi di sekolah," ujarnya, pada Kamis (25/6/2026).

‎Menurutnya, seluruh guru dilibatkan untuk mengkurasi artikel-artikel online yang edukatif, valid, dan sesuai dengan perkembangan remaja. Artikel tersebut kemudian dibagikan kepada seluruh calon murid baru sebagai bahan bacaan yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing.

‎"Kami meminta setiap guru memilih artikel yang berkualitas sehingga calon murid memiliki banyak pilihan bacaan, mulai dari sains, budaya lokal Kalimantan, lingkungan hidup, teknologi, hingga motivasi belajar. Harapannya, mereka tidak hanya membaca, tetapi juga mampu memahami isi bacaan dan menyampaikan kembali dengan bahasa mereka sendiri," jelasnya.

‎Agustien menambahkan, resume yang dikumpulkan calon murid juga menjadi bahan evaluasi awal bagi sekolah untuk melihat kemampuan literasi mereka sebelum memasuki proses pembelajaran.

‎"Melalui resume ini kami dapat memetakan kemampuan membaca, memahami isi bacaan, serta kemampuan menulis setiap calon murid. Dengan begitu, guru memiliki gambaran awal untuk menyusun strategi pembelajaran yang lebih tepat," katanya.

‎Ia berharap inovasi tersebut mampu mengubah kebiasaan penggunaan internet di kalangan remaja menjadi lebih produktif dan bermanfaat.

‎"Internet seharusnya tidak hanya digunakan untuk hiburan atau media sosial, tetapi juga menjadi jendela ilmu pengetahuan. Kami ingin membiasakan peserta didik memanfaatkan teknologi untuk belajar, berpikir kritis, dan memperluas wawasan. Meskipun berada di daerah, kami ingin membuktikan bahwa semangat literasi dapat tumbuh dan berkembang di mana saja," pungkasnya.


‎Strategi tersebut mendapat respons positif dari para calon murid. Salah satunya Putri Ayu Purnama Sari, lulusan SMPN 4 Kapuas Tengah, yang mengaku tertarik dengan kebijakan literasi yang diterapkan SMAN 1 Pasak Talawang sejak proses SPMB.

‎Menurut Putri, kegiatan membaca dan membuat resume artikel memberikan pengalaman baru sekaligus mengingatkannya akan pentingnya memanfaatkan internet secara bijak.

‎"Menurut saya, literasi mengajarkan saya untuk menghafal, menulis, dan membaca. Di rumah saya sering membaca novel, sedangkan di sekolah saya juga terbiasa membaca buku di perpustakaan maupun di pojok baca," ungkapnya.

‎Ia menilai kewajiban membaca artikel online sebelum resmi menjadi murid merupakan langkah yang sangat baik karena mendorong generasi muda menggunakan media digital secara positif.

‎"Saya sangat tertarik dengan program ini karena mengingatkan anak-anak seusia kami agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan lebih banyak memanfaatkan internet untuk mencari ilmu," ujarnya.

‎Putri pun berkomitmen untuk terus meningkatkan budaya literasi setelah nantinya menjadi bagian dari keluarga besar SMAN 1 Pasak Talawang.

‎"Saya berkomitmen untuk lebih rajin belajar, membaca buku maupun artikel-artikel yang bermanfaat agar wawasan saya semakin luas," tutupnya.

‎Respons positif juga datang dari Novika, calon murid asal PP Al-Qur'an Muhajirin Antang, Kuala Kapuas. Menurutnya, program literasi yang diterapkan SMAN 1 Pasak Talawang memberikan motivasi untuk semakin gemar membaca dan belajar.

‎"Menurut saya, literasi adalah membaca, belajar, dan menghafal. Di rumah saya sering membaca novel, sedangkan di sekolah saya biasanya membaca buku di perpustakaan atau di pojok baca," tuturnya.

‎Novika mengaku tertarik dengan artikel yang dipilihnya karena memuat pengetahuan tentang pentingnya menabung dan mengelola keuangan sejak dini.

‎"Saya tertarik karena artikel tersebut berisi tentang menabung dan mengurus keuangan. Komitmen saya, saya ingin belajar lebih giat lagi, baik di rumah maupun di sekolah," ujarnya.

‎Sementara itu, Aldy, calon murid asal SMPN 2 Pasak Talawang Satu Atap, menilai bahwa literasi memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membaca dan menulis.

‎"Menurut saya, literasi bukan cuma kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah, dan menggunakan informasi dengan baik," katanya.

‎Aldy mengungkapkan bahwa kebiasaan literasi sudah mulai diterapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Di rumah ia sering membaca artikel untuk menambah wawasan, sedangkan di sekolah ia memanfaatkan berbagai referensi untuk menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran.

‎"Artikel yang saya baca cukup menarik karena memberikan pengetahuan baru. Ke depannya saya berkomitmen membiasakan diri untuk lebih rajin membaca agar wawasan dan pengetahuan saya terus bertambah," pungkasnya.

‎Tanggapan serupa juga disampaikan Geok Tahan M, calon murid asal SMP Negeri 1 Pasak Talawang. Ia menilai literasi merupakan kemampuan yang sangat penting untuk dimiliki di era digital karena tidak hanya berkaitan dengan membaca dan menulis, tetapi juga memahami informasi secara kritis.

‎"Menurut saya, literasi bukan hanya sekadar membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi dengan baik," ungkapnya.

‎Menurutnya, artikel yang dibaca dalam rangkaian SPMB SMAN 1 Pasak Talawang memberikan pengalaman belajar yang berbeda sekaligus menambah pemahaman mengenai pentingnya literasi.

‎"Artikel tersebut cukup menarik karena memberikan pengetahuan baru dan membuat saya lebih memahami pentingnya literasi. Ke depan saya berkomitmen membiasakan diri untuk lebih rajin membaca, meningkatkan kemampuan memahami informasi, serta tidak mudah menyebarkan informasi tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu," tuturnya.

‎Beragam testimoni dari calon murid tersebut menunjukkan bahwa strategi literasi yang diterapkan SMAN 1 Pasak Talawang tidak hanya diterima dengan baik, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran pentingnya budaya membaca sejak sebelum mereka resmi menjadi bagian dari lingkungan sekolah.
(Rzn/Foto: Media Disdik).