PALANGKA
RAYA – Dampak kabut
asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kondisi kesehatan
warga satuan pendidikan terus dipantau oleh Dinas Pendidikan Provinsi
Kalimantan Tengah. Berdasarkan data Rekapitulasi Kasus
Kesehatan (ISPA) pada Kelas Digital Huma Betang,
hingga Senin, 28 September 2026, tercatat 9 satuan pendidikan
melaporkan kasus gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kondisi udara.
Data
tersebut mencatat sedikitnya 177 kasus yang tersebar pada
sembilan satuan pendidikan. Keluhan yang paling banyak dilaporkan adalah ISPA
(batuk/pilek) sebanyak 125 kasus, disusul sesak napas/asma
sebanyak 25 kasus dan iritasi mata/kulit sebanyak 27 kasus.
Selain itu, terdapat 1 kasus yang mendapatkan rujukan ke puskesmas atau
rumah sakit untuk penanganan medis lanjutan.
Kasus
terbanyak dilaporkan dari SMAN 1 Kahayan Hulu Utara, Kabupaten Gunung
Mas, dengan total 137 kasus. Rinciannya terdiri atas 102
murid mengalami ISPA, 15 murid mengalami sesak napas, dan 20 murid mengalami
iritasi mata atau kulit. Data tersebut menjadikan satuan pendidikan
ini sebagai salah satu titik yang mendapat perhatian dalam pemantauan kesehatan
selama kondisi kabut asap.
Selanjutnya,
SMK Swasta Bina Karya, Kabupaten Barito Selatan, melaporkan 15
kasus, terdiri atas 7 kasus ISPA, 5 kasus sesak napas dan 3 kasus
iritasi mata/kulit. SMAN 1 Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur,
tercatat melaporkan 9 kasus, dengan rincian 4 kasus ISPA, 2 kasus sesak napas
dan 3 kasus iritasi mata/kulit. Dari satuan pendidikan tersebut, 1
kasus dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Kasus
lainnya dilaporkan oleh SMAN 8 Palangka Raya sebanyak 4 kasus,
SMAN 1 Dusun Utara di Kabupaten Barito Selatan sebanyak 4
kasus, serta SMA Negeri 2 Lamandau sebanyak 3 kasus. Sementara
itu, SMAN 1 Tamban Catur di Kabupaten Kapuas dan SMKN
5 Palangka Raya masing-masing melaporkan 2 kasus, sedangkan SMKN
1 Bukit Santuei di Kabupaten Kotawaringin Timur tercatat melaporkan 1
kasus.
Data kesehatan
tersebut dihimpun melalui formulir laporan darurat harian dari satuan
pendidikan se-Kalimantan Tengah. Pemantauan dilakukan untuk memberikan
gambaran kondisi kesehatan murid dan tenaga pendidik di tengah situasi kualitas
udara yang tidak merata di setiap wilayah, sekaligus menjadi bahan pertimbangan
dalam menentukan pelaksanaan pembelajaran.
Sebelumnya,
dashboard yang sama juga mencatat 64 kelas virtual sinkron melalui
Zoom/Meet, 100 modul ajar digital dan BDR guru, serta
8 satuan pendidikan yang melaksanakan PTM normal di zona yang ditandai
aman. Dengan sistem pemantauan terpadu tersebut, Dinas
Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terus mengupayakan agar proses
pembelajaran tetap berjalan dengan menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah,
sembari memastikan kesehatan dan keselamatan murid serta tenaga
pendidik menjadi perhatian utama selama masa darurat karhutla.
(Rzn/Foto: Media Disdik)
Baca juga : Modul Ajar Digital Jadi Penopang PJJ, 100 Materi Guru Terpantau di Kelas Digital Huma Betang
Baca juga : Gubernur Agustiar Sabran Sapa Murid SMAN 4 Palangka Raya: “Tidak Ada yang Tidak Mungkin”
Baca juga : Kelas Virtual Tetap Aktif, Disdik Kalteng Pastikan PJJ Berjalan di Tengah Kabut Asap