PALANGKA RAYA – Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sejumlah satuan pendidikan di Kalimantan Tengah terus berjalan di tengah kondisi kualitas udara yang belum sepenuhnya membaik. Berdasarkan pemantauan Kelas Digital Huma Betang (https://kelashumabetang.id/posko-karhutla) pada Senin, 28 September 2026 pukul 08.38 WIB, tercatat 64 kelas virtual sinkron melalui Zoom dan Google Meet yang terjadwal dan terpantau dalam sistem.

Kelas virtual tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung meski sebagian satuan pendidikan harus mengurangi atau menghentikan sementara pembelajaran tatap muka akibat kabut asap. Pada dashboard pemantauan, terdapat 27 kelas yang sedang berlangsung secara live, sementara 32 kelas lainnya tercatat akan datang dalam jadwal pembelajaran hari yang sama.

Sejumlah satuan pendidikan terlihat aktif menyelenggarakan pembelajaran virtual. Di antaranya SMKN 3 Palangka Raya, yang melaksanakan pembelajaran mata pelajaran PJOK untuk kelas XI melalui Google Meet. Selain itu, SMKS YPSEI Palangka Raya juga menggelar pembelajaran untuk mata pelajaran Dasar-Dasar MPLB, Pendidikan Pancasila, serta Dasar-Dasar Kuliner melalui kelas virtual.

Pembelajaran daring juga berlangsung di SMAS PGRI Buntok, Kabupaten Barito Selatan. Beberapa mata pelajaran seperti Agama, Antropologi dan Sejarah dijadwalkan melalui kelas virtual. Sementara itu, SMAN 1 Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, turut melaksanakan pembelajaran Informatika dan Mulok menggunakan Google Meet.

Data tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi pembelajaran menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan selama kondisi darurat karhutla. Guru tetap dapat memberikan materi dan berinteraksi dengan murid secara langsung, sementara murid dapat mengikuti pembelajaran dari lokasi yang lebih aman dari paparan kabut asap.

Selain kelas virtual sinkron, dashboard juga mencatat 100 modul ajar digital dan BDR guru yang tersedia sebagai bagian dari dukungan pembelajaran jarak jauh. Dengan demikian, proses belajar tidak hanya bergantung pada pertemuan virtual, tetapi juga dapat dilakukan melalui materi digital yang telah disiapkan guru sesuai kebutuhan pembelajaran.

Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan PJJ melalui Kelas Digital Huma Betang. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pembelajaran tetap berjalan sekaligus menyesuaikan moda belajar dengan kondisi kualitas udara di masing-masing wilayah, sehingga keselamatan dan kesehatan murid tetap menjadi prioritas tanpa mengabaikan keberlangsungan proses pendidikan.

(Rzn/Foto: Media Disdik)