PALANGKA
RAYA – Selain
mengandalkan kelas virtual secara langsung, pelaksanaan Pembelajaran
Jarak Jauh (PJJ) di Kalimantan Tengah juga diperkuat dengan
pemanfaatan modul ajar digital dan bahan belajar yang disiapkan guru.
Berdasarkan pemantauan Kelas Digital Huma Betang pada Senin,
28 September 2026 pukul 08.28 WIB, tercatat 100 modul ajar digital dan
BDR guru telah tersedia dalam sistem untuk mendukung proses
pembelajaran selama kondisi kabut asap akibat karhutla.
Materi
pembelajaran tersebut berasal dari berbagai satuan pendidikan dan mencakup
beragam mata pelajaran. Pada dashboard terlihat materi seperti Proses
Bisnis Pertanian PJJ dari SMKN 1 Telawang, Descriptive Text
dari SMKN 1 Hanau, materi Ekonomi berupa merangkum dari SMA Negeri 1
Karau Kuala, hingga Presentasi Bab Stoikiometri Kelas XI (Zoom)
dari SMAN 3 Palangka Raya.
Tidak hanya
mata pelajaran umum, materi yang tersedia juga mencakup Matematika,
Geografi, Pendidikan Agama Hindu, Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti,
serta berbagai materi lainnya. Beberapa di antaranya berupa PDF, Google
Docs, Google Drive maupun bahan ajar digital yang dapat diakses sesuai
format pembelajaran yang digunakan masing-masing guru.
Sejumlah
materi juga berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah. Di
antaranya SMKN 1 Raren Batuah di Kabupaten Barito Timur, SMAN
1 Kuala Kapuas di Kabupaten Kapuas, SMKN 1 Hanau di
Kabupaten Seruyan, SMAN 2 Pulang Pisau, SMAN 1 Mentaya
Hilir Selatan di Kabupaten Kotawaringin Timur, hingga SMAN 1
Tewah di Kabupaten Gunung Mas.
Sistem
tersebut memberikan fleksibilitas kepada guru untuk menyediakan materi
pembelajaran sesuai kebutuhan murid. Materi yang telah diunggah dapat disimpan
dalam Cloud KHB maupun dibagikan melalui Google Drive dan
platform digital lainnya, sehingga tetap dapat dimanfaatkan meskipun proses
pembelajaran tatap muka harus disesuaikan dengan kondisi kualitas udara.
Pemanfaatan
modul digital ini juga melengkapi 64 kelas virtual sinkron melalui Zoom
dan Google Meet yang terpantau pada hari yang sama. Dengan kombinasi
pembelajaran sinkron dan bahan ajar mandiri, proses PJJ dapat tetap berjalan
secara lebih fleksibel, terutama bagi satuan pendidikan yang berada di wilayah
dengan kualitas udara yang belum aman untuk pembelajaran tatap muka.
Melalui
Kelas Digital Huma Betang, Dinas Pendidikan Provinsi
Kalimantan Tengah terus memantau aktivitas pembelajaran selama masa
karhutla. Penguatan pembelajaran digital tersebut menjadi bagian dari upaya
menjaga agar murid tetap mendapatkan layanan pendidikan,
sekaligus memastikan pelaksanaan pembelajaran dapat menyesuaikan kondisi di
lapangan dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan murid
serta tenaga pendidik.
(Rzn/Foto: Media Disdik)