PALANGKA RAYA – Pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sejumlah satuan pendidikan Kalimantan Tengah terus berjalan di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan pemantauan Kelas Digital Huma Betang (https://kelashumabetang.id/posko-karhutla) per Selasa (22/9/2026) pukul 12.35 WIB, tercatat 273 kelas virtual sinkronus melalui Zoom/Google Meet yang terpantau aktif.
Data pada dashboard tersebut menunjukkan pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara langsung dan terjadwal. Sejumlah sekolah tercatat menggelar kelas virtual untuk berbagai mata pelajaran, di antaranya SMKN 3 Sampit melalui Google Meet untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, serta SMAN 4 Palangka Raya yang melaksanakan sesi terpusat untuk kelas X, XI dan XII melalui Zoom Meeting.
Pelaksanaan PJJ juga terlihat di SMAN 1 Hanau, Kabupaten Seruyan, yang menggelar pembelajaran Ekonomi serta Pendidikan Pancasila/Mulok melalui Google Meet. Sementara SMAN 2 Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, melaksanakan pembelajaran Geografi melalui platform Classroom. Data ini menunjukkan pembelajaran tetap berlangsung dengan memanfaatkan berbagai platform digital.
Selain kelas virtual yang berlangsung hari itu, dashboard juga mencatat 98 modul ajar digital dan BDR guru, sehingga proses pembelajaran tidak hanya bergantung pada pertemuan secara langsung melalui ruang virtual. Sistem tersebut sekaligus membantu memantau jadwal, mata pelajaran, guru pengampu hingga akses ruang pembelajaran masing-masing satuan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo menegaskan bahwa kondisi karhutla tidak boleh membuat proses pendidikan terhenti. “Kita ingin memastikan murid tetap mendapatkan hak belajarnya. Ketika kondisi udara tidak memungkinkan untuk tatap muka, pembelajaran kita alihkan ke ruang digital, dan pelaksanaannya tetap harus terpantau,” ujar Reza.
Melalui Kelas Digital Huma Betang, Disdik Kalteng tidak hanya memantau kondisi kualitas udara dan status pembelajaran, tetapi juga melihat aktivitas kelas virtual secara lebih cepat. Dengan demikian, transformasi pembelajaran digital menjadi salah satu strategi untuk menjaga pendidikan tetap berjalan sekaligus menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan kondisi karhutla di masing-masing wilayah.
(Rzn/Foto: Media Disdik)