PALANGKA RAYA – Di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terus memastikan proses pembelajaran tetap berjalan. Salah satunya melalui penyediaan 98 Modul Ajar Digital yang terpantau dalam dashboard Kelas Digital Huma Betang (https://kelashumabetang.id/posko-karhutla) pada Selasa (22/9/2026).
Modul ajar tersebut berasal dari berbagai satuan pendidikan dan mata pelajaran. Berdasarkan pemantauan, sejumlah bahan ajar telah tersedia dalam berbagai format, mulai dari Google Drive hingga PDF, sehingga dapat diakses dan dimanfaatkan guru maupun murid selama pembelajaran dari rumah.
Beberapa bahan ajar yang tercatat antara lain materi Seni Rupa dari SMAS PGRI 2 Sampit, materi PIPAS dari SMKN 3 Palangka Raya, Pendidikan Agama Hindu, Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila, hingga materi tentang Pemanasan Global dan Perubahan Iklim dari SMK Negeri 2 Mantangai.
Keberadaan modul digital ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR). Guru tetap dapat memberikan materi, tugas, maupun bahan pembelajaran kepada murid tanpa harus melakukan pembelajaran tatap muka ketika kondisi kualitas udara di wilayahnya tidak memungkinkan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo mengatakan, pembelajaran di tengah kondisi karhutla harus tetap dijaga keberlangsungannya dengan memanfaatkan teknologi. “Kita tidak ingin kondisi kabut asap menghentikan proses belajar. Guru tetap mengajar, murid tetap belajar, dan modul digital menjadi salah satu sarana agar pembelajaran bisa terus berlangsung,” ujar Reza.
Melalui Kelas Digital Huma Betang, pemantauan tidak hanya mencakup kelas virtual yang berlangsung secara langsung, tetapi juga ketersediaan modul dan bahan ajar digital. Langkah ini memperkuat sistem pembelajaran yang adaptif selama kondisi darurat sekaligus memastikan hak belajar murid di Kalimantan Tengah tetap terpenuhi.
(Rzn/Foto: Media Disdik)