PALANGKA RAYA – Enam pelajar SMA Negeri 3 Palangka Raya bersiap membawa inovasi penyaringan air gambut berbasis kearifan lokal melalui penelitian PURE-PEAT FILTER dalam Lomba Peneliti Belia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 11–18 Oktober 2026 di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Penelitian ini memadukan tanaman purun, arang dari limbah kayu, pasir lokal, dan kerikil sebagai media filtrasi untuk membantu menjernihkan serta memperbaiki tingkat keasaman air gambut.

Keenam anggota tim tersebut adalah Geovan Marvellino selaku ketua peneliti, bersama Chintya Putri Jasmine, Gladys Nathazia Ananda Debint, Katherine Allusia Handra, Marsel U, dan Raelynn Telabang Narang. Tim akan didampingi oleh guru pembimbing Robintang Sitorus, yang mendukung proses penelitian dan persiapan keikutsertaan dalam kompetisi tersebut.


PURE-PEAT FILTER dikembangkan untuk menjawab persoalan air gambut yang umumnya memiliki warna pekat dan tingkat keasaman tinggi. Para murid memanfaatkan bahan-bahan lokal, di antaranya purun, arang aktif dari limbah kayu, pasir perbukitan Tangkiling, pasir Sungai Kahayan, dan kerikil. Kombinasi tersebut dirancang dalam sistem filtrasi berlapis agar dapat meningkatkan kejernihan air dan memperbaiki pH.

Dalam dokumen penelitian, pengujian terhadap sampel air gambut dari Teluk Sabangau, Palangka Raya, menunjukkan bahwa susunan filter yang dinilai paling optimal meningkatkan pH dari 4,0 menjadi 6,5 serta menghasilkan peningkatan kejernihan hingga 60 persen. Hasil pengujian ini menjadi salah satu dasar bagi tim untuk mempresentasikan penelitian mereka. Meski demikian, kelayakan air untuk diminum tetap memerlukan verifikasi menyeluruh terhadap parameter keamanan, termasuk mikrobiologi dan kimia.

Keikutsertaan dalam Lomba Peneliti Belia 2026 diharapkan menjadi kesempatan bagi para murid untuk menguji gagasan, menyampaikan hasil penelitian secara ilmiah, serta memperoleh masukan dari dewan juri. Selain mengejar prestasi, pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah.


Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, turut mengapresiasi penelitian tersebut dan berharap inovasi yang dikembangkan siswa dapat bermanfaat bagi masyarakat. Ia menegaskan pentingnya mendorong peserta didik untuk terus berpikir kritis dan kreatif, tanpa mengabaikan adab serta moral, sejalan dengan arahan Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran.

“Penelitian yang baik adalah penelitian yang bisa bermanfaat bagi orang banyak,” ujar Reza saat menerima para murid di Aula Pintar, Rabu (7/10/2026).

Melalui penelitian PURE-PEAT FILTER, keenam pelajar tersebut membawa potensi lokal Kalimantan Tengah ke forum kompetisi ilmiah. Hasil dan pengalaman dari kompetisi diharapkan dapat menjadi bekal untuk menyempurnakan prototipe serta mengembangkan penelitian lanjutan. Dari kearifan lokal, para pelajar berupaya menghadirkan inovasi untuk masa depan lingkungan yang lebih baik.

(Rzn/Foto: Media Disdik)