PALANGKA RAYA – Inovasi penelitian
berbasis kearifan lokal ditunjukkan enam pelajar melalui pengembangan PURE-PEAT FILTER, teknologi penyaringan
air gambut yang memanfaatkan purun, arang dari limbah kayu, pasir lokal, dan
kerikil. Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan
Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad
Reza Prabowo, saat menerima para murid di Aula Pintar, Rabu (7/10/2026). Enam
pelajar dari SMA Negeri 3 Palangka Raya
mempresentasikan hasil penelitian mereka sebagai salah satu solusi atas
persoalan kualitas air gambut, terutama di tengah ancaman kekeringan akibat
fenomena El Nino.
Reza
Prabowo menyampaikan apresiasi atas kreativitas
dan kemampuan para siswa dalam mengidentifikasi persoalan lingkungan,
kemudian menawarkan solusi melalui penelitian yang memanfaatkan potensi
sumber daya lokal. Menurutnya, riset tersebut memiliki nilai penting karena
mengangkat persoalan air gambut yang tidak hanya dihadapi Kalimantan Tengah,
tetapi juga menjadi tantangan bagi sejumlah wilayah lain.
“Hari ini sangat
luar biasa sekali. Saya menerima adik-adik yang membawa solusi dari
permasalahan yang saat ini dialami bukan cuma Kalimantan Tengah, tetapi juga
provinsi lain, mengingat tahun ini El Nino terberat,”
ungkap Reza.

Ia menjelaskan, PURE-PEAT FILTER merupakan inovasi yang mengintegrasikan tanaman
purun, arang aktif dari limbah kayu, pasir perbukitan Tangkiling, pasir Sungai
Kahayan, serta kerikil dalam sistem filtrasi berlapis. Pemanfaatan bahan
lokal tersebut menjadi keunggulan penelitian karena menggabungkan kearifan
lokal dengan pendekatan ilmiah. Menurut Reza, potensi air gambut di
Kalimantan Tengah perlu dikaji dan dikelola melalui inovasi yang tepat guna,
terlebih ketika kekeringan menyebabkan ketersediaan air semakin terbatas.
“Kalau kondisi
sekarang, walaupun dalam kondisi kekeringan air, air gambut masih ada. Ini
merupakan riset yang berkualitas. Saya berharap penelitian ini bisa menjadi
salah satu nominasi, karena penelitian yang baik adalah penelitian yang bisa
bermanfaat bagi orang banyak,” tegasnya.
Berdasarkan dokumen penelitian, pengujian
menggunakan sampel air gambut dari Teluk Sabangau, Kelurahan Kereng
Bangkirai, Kota Palangka Raya. Hasil pengujian di Laboratorium Kesehatan
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa susunan filter
kedua mampu meningkatkan pH air dari 4,0 menjadi 6,5 dan meningkatkan kejernihan hingga 60 persen. Aroma menyengat serta rasa
asam-kelat juga tidak lagi teridentifikasi dalam pengujian organoleptik. Meski
menjanjikan pada parameter yang diuji, hasil ini belum dengan sendirinya
membuktikan air aman diminum; pemeriksaan menyeluruh terhadap parameter mikrobiologi
dan kimia tetap diperlukan.

Reza menegaskan, pengembangan kemampuan
riset peserta didik sejalan dengan arahan Gubernur
Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran agar generasi muda mampu berpikir
kritis, kreatif, serta tetap menjunjung tinggi adab dan moral. Menurutnya,
pelajar harus diberi ruang untuk mengembangkan kecerdasan dan menghasilkan
karya yang menjawab persoalan nyata di masyarakat.
“Adik-adik,
selamat jalan dan selamat berjuang. Kita dari Dinas Pendidikan Provinsi
Kalimantan Tengah, sesuai arahan Bapak Gubernur H. Agustiar Sabran, terus
mendorong anak-anak didik kita agar mampu berpikir kritis, memiliki kreasi,
tetapi adab dan moral tetap dijaga. Mereka punya intelegensi yang luar biasa.
Melalui riset ini, tidak perlu biaya yang mahal, tetapi mereka bisa membawa
solusi untuk masyarakat Kalimantan Tengah,”
tutupnya.
Apresiasi terhadap penelitian PURE-PEAT FILTER menjadi dorongan bagi
penguatan budaya riset dan inovasi di lingkungan pendidikan Kalimantan Tengah.
Melalui pendampingan dan pengembangan berkelanjutan, karya peserta didik
diharapkan tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat dikaji lebih lanjut
untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Dari
kearifan lokal, lahir inovasi pelajar yang berpotensi memberikan manfaat nyata
bagi lingkungan dan masyarakat Kalimantan Tengah.
(Rzn/Foto: Media
Disdik)
Baca juga : Bawa Inovasi Air Gambut, Enam Pelajar SMA Negeri 3 Palangka Raya Siap Berlaga di Lomba Peneliti Belia 2026
Baca juga : Disdik Kalteng Tutup Seleksi GTK Berprestasi 2026, Apresiasi Dedikasi Guru dan Kepala Sekolah
Baca juga : Tutup Seleksi GTK Berprestasi 2026, Kadisdik Kalteng Tekankan Inovasi dan Keteladanan Pendidik