PALANGKA RAYA – Berbagai cerita mahasiswa muncul dalam dialog bersama Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di halaman Istana Isen Mulang (IMM), pada Sabtu (19/9/2026). Tidak hanya membahas bantuan, sejumlah mahasiswa menyampaikan persoalan biaya hidup, pendidikan hingga cita-cita mereka.

Selsa Nandini salah seorang mahasiswa asal Kotawaringin Barat yang menempuh pendidikan di Universitas Palangka Raya menceritakan kondisi keluarganya. Ia merupakan anak terakhir dari enam bersaudara dan kehilangan ayah sejak duduk di bangku sekolah dasar.


Mahasiswa tersebut saat ini mendapatkan beasiswa dan tinggal di Asrama Kotawaringin Barat. Dalam dialog, ia juga menyampaikan cita-citanya untuk menjadi pemimpin daerah serta rasa syukurnya atas perhatian pemerintah.

Gubernur kemudian menanyakan sejumlah kebutuhan mahasiswa, termasuk kondisi fasilitas asrama dan kebutuhan air bersih. Ia meminta agar kondisi asrama mahasiswa turut menjadi perhatian untuk diperbaiki dan direnovasi sehingga lebih layak dihuni.

Selain persoalan fasilitas, Gubernur memberikan motivasi agar mahasiswa yang memiliki cita-cita menjadi pemimpin terus membangun kepercayaan diri, memperluas pengalaman organisasi dan tidak mudah menyerah.


“Kalau mau jadi pemimpin daerah, harus siap mengambil kebijakan. Harus punya niat, kemauan, dan tekad yang besar, serta terus berusaha dan berikhtiar,” ujar Gubernur.

Dialog tersebut memperlihatkan beragam kondisi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Kalteng. Aspirasi yang disampaikan menjadi ruang bagi pemerintah untuk mendengar langsung kebutuhan mahasiswa sekaligus memberikan motivasi agar mereka terus mengejar pendidikan.

(Rzn/Foto: Media Disdik)