PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendorong mahasiswa ikut mengambil peran dalam menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tidak harus selalu turun langsung ke lapangan, mahasiswa dapat berkontribusi melalui edukasi dan penyebaran informasi yang benar kepada masyarakat.


Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden mengatakan mahasiswa memiliki kemampuan untuk memberikan edukasi kepada lingkungan masing-masing. Peran tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya karhutla serta pentingnya pencegahan.

“Bagi yang tidak terjun langsung ke lapangan, kalian bisa memberikan edukasi kepada orang-orang di sekitar mengenai bahaya karhutla,” ujarnya saat menyampaikan laporan di halaman Istana Isen Mulang (IMM), pada Sabtu (19/9/2026).


Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran juga mengajak mahasiswa untuk turut mengantisipasi dampak bencana dengan saling mengingatkan lingkungan sekitar. Jika memungkinkan, mahasiswa juga dapat ikut melakukan pemantauan atau patroli bersama masyarakat.

Menurut Gubernur, hampir 90% kebakaran yang terjadi disebut berkaitan dengan ulah manusia, sementara faktor alam relatif sedikit. Karena itu, kesadaran dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.

Mahasiswa juga diminta menggunakan media sosial secara bijak dengan menyampaikan informasi yang benar mengenai kondisi Kalimantan Tengah. Informasi yang disampaikan diharapkan dapat membantu masyarakat memahami kondisi lapangan secara lebih utuh.

Di tengah kondisi karhutla, Gubernur mengingatkan mahasiswa untuk tetap semangat menjalani pendidikan. Menurutnya, mahasiswa merupakan generasi penerus yang kelak diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kalian adalah generasi penerus kami,” ujar Gubernur dalam sambutannya.

(Rzn/Foto: Media Disdik)