PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dibawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran menyiapkan sekitar 450.000 paket bantuan untuk masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bantuan tersebut disiapkan untuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat sekaligus membantu warga yang mengalami kendala beraktivitas dan bekerja akibat kondisi karhutla.


Gubernur Kalimantan Tengah menyampaikan bahwa bantuan tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa. Seluruh masyarakat Kalteng yang terdampak juga menjadi perhatian pemerintah, termasuk mereka yang menghadapi persoalan ekonomi maupun kebutuhan air bersih.

“Hari ini kita berbagi kepada masyarakat yang terdampak karhutla. Ini bukan hanya untuk mahasiswa, melainkan seluruh masyarakat Kalimantan Tengah yang terdampak,” ujar Gubernur Kalteng di halaman Istana Isen Mulang (IMM), pada Sabtu (19/9/2026).


Ia menjelaskan, kondisi karhutla dapat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Sebagian warga mengalami keterbatasan dalam bekerja sehingga kebutuhan pangan menjadi salah satu hal yang harus mendapat perhatian.

Karena itu, pemerintah juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang menghadapi persoalan ekonomi, khususnya kebutuhan pangan, maupun persoalan kesehatan seperti kebutuhan air bersih.


Selain bantuan pangan, Pemprov Kalteng juga menyalurkan berbagai dukungan lain berupa nutrisi, vitamin dan suplai air bersih. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga masyarakat selama menghadapi dampak karhutla.

Gubernur menegaskan bahwa pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Dengan dukungan dan kerja sama berbagai pihak, penanganan dampak karhutla diharapkan dapat dilakukan secara bersama-sama sembari menjaga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

(Rzn/Foto: Media Disdik)