‎KATINGAN – Kegagalan pada tahun sebelumnya tidak membuat SMA Negeri 2 Katingan Kuala menyerah. Justru dari kegagalan tersebut, sekolah di wilayah Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, itu melakukan evaluasi dan kembali berjuang hingga akhirnya berhasil mengukir prestasi sebagai juara nasional Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI Grand Final Nasional Tahun 2026.

‎Kepala SMAN 2 Katingan Kuala, Sumanto, mengaku sangat bersyukur atas capaian yang berhasil diraih anak didiknya. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi buah dari perjuangan panjang seluruh tim, terlebih pada tahun lalu SMAN 2 Katingan Kuala hanya mampu bertahan di babak penyisihan setelah kalah dari perwakilan Provinsi Bengkulu.

‎“Kami sangat bersyukur, alhamdulillah tahun ini bisa juara nasional, walaupun peserta kurang satu karena sakit sejak babak semifinal. Pada tahun lalu kami hanya sampai babak penyisihan karena kalah dari wakil Provinsi Bengkulu,” ujar Sumanto, Kamis (27/8/2026).

‎Perjalanan menuju podium juara nasional tahun ini pun tidak mudah. Selain harus menghadapi persaingan dari berbagai daerah di Indonesia, tim SMAN 2 Katingan Kuala juga menghadapi tantangan kondisi fisik peserta. Salah seorang anggota tim harus menjalani pemulihan sejak babak semifinal sehingga pada babak berikutnya tim harus berjuang dengan keterbatasan personel.

‎Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para siswa. Dengan kerja keras, kekompakan dan persiapan yang matang, mereka mampu menunjukkan kemampuan terbaik hingga akhirnya keluar sebagai Juara I LCC 4 Pilar MPR RI tingkat nasional.

‎Bagi Sumanto, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras para siswa dan dukungan banyak pihak. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh anak didiknya yang telah berjuang dengan luar biasa, sekaligus kepada tim pembimbing dari sekolah dan tim pembimbing dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.

‎“Terima kasih kepada anak-anak yang telah berjuang luar biasa sehingga mendapatkan hasil yang luar biasa. Terima kasih kepada tim pembimbing dari sekolah dan tim pembimbing dari Dinas Pendidikan Provinsi,” katanya.

‎Sumanto juga mengapresiasi dukungan Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo beserta jajaran yang menurutnya memberikan dukungan dan bantuan luar biasa kepada sekolah selama proses persiapan menghadapi kompetisi.

‎Menariknya, proses pembimbingan tim tidak hanya dilakukan secara tatap muka. Pemanfaatan teknologi pendidikan turut menjadi bagian penting dalam persiapan para siswa. Bantuan Gubernur H Agustiar Sabran melalui Disdik Kalteng seperti Papan tulis interaktif dan dukungan konektivitas Starlink serta panel surya memungkinkan proses pembimbingan dan penguatan dilakukan secara virtual, termasuk bersama tim pembimbing dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.

‎“Bantuan pembimbingan dan penguatan secara virtual melalui papan tulis interaktif dan didukung Starlink  serta panel surya sangat membantu persiapan tim LCC ini,” ungkap Sumanto.

‎Menurutnya, keberhasilan SMAN 2 Katingan Kuala juga menjadi bukti bahwa setiap peserta didik memiliki potensi yang dapat berkembang apabila diberikan kesempatan dan ruang yang tepat. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk tidak melihat keterbatasan daerah sebagai hambatan dalam mengembangkan prestasi anak.

‎“Setiap anak memiliki potensi. Mari kita berusaha membantu dan memberikan ruang kepada anak untuk mengaktualisasikan dan mengembangkan potensinya,” pungkasnya.

(Rzn/Foto: Media Disdik)