‎KATINGAN – Air mata haru dan rasa bangga mengiringi keberhasilan SMA Negeri 2 Katingan Kuala meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI Grand Final Nasional Tahun 2026. Bagi Riswati, siswi kelas XII sekaligus salah satu anggota tim, kemenangan tersebut menjadi buah dari perjuangan panjang yang dimulai sejak April 2026.

‎Riswati mengaku masih sulit mempercayai pencapaian yang berhasil diraih bersama rekan-rekannya. Membawa nama SMAN 2 Katingan Kuala dan Kalimantan Tengah hingga menjadi yang terbaik di tingkat nasional menjadi pengalaman yang sangat membanggakan sekaligus tidak terlupakan.

‎“Alhamdulillah, tentunya kami sangat bersyukur dan masih merasa seperti tidak percaya bisa berada di posisi ini. Bisa membawa SMA Negeri 2 Katingan Kuala menjadi Juara I LCC 4 Pilar MPR RI Grand Final Nasional Tahun 2026 dan membawa nama Kalimantan Tengah di tingkat nasional adalah sesuatu yang sangat membanggakan bagi kami,” ujar Riswati, Kamis (27/8/2026).

‎Menurut Riswati, keberhasilan tersebut tidak datang secara tiba-tiba. Persiapan telah dilakukan sejak April, jauh sebelum mereka mengikuti seleksi tingkat Kabupaten Katingan. Para siswa belajar bersama dan mendapatkan pembimbingan dari guru di sekolah maupun tim pembimbing dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah melalui pertemuan virtual.

‎Dalam prosesnya, mereka tidak hanya dituntut menghafal materi, tetapi juga memahami substansi Empat Pilar MPR RI, meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

‎“Kami terus berlatih, bukan sekadar menghafal, tetapi juga memahami materi-materi tentang Empat Pilar MPR RI. Kami melakukan latihan soal, simulasi pertandingan dan evaluasi bersama. Kalau ada jawaban yang salah atau kami masih kurang dalam suatu materi, kami pelajari kembali bersama-sama,” tuturnya.

‎Kesibukan sebagai pelajar juga menjadi tantangan tersendiri. Riswati bersama anggota tim harus mampu membagi waktu antara kegiatan sekolah dan persiapan perlombaan. Namun, proses tersebut justru mengajarkan mereka tentang disiplin dan tanggung jawab.

‎Dari berbagai latihan yang dijalani, Riswati menyadari bahwa LCC bukan hanya tentang siapa yang paling banyak menguasai materi. Kekompakan tim menjadi salah satu kunci penting. Setiap anggota harus saling percaya, saling mengingatkan dan saling membantu ketika menghadapi kesulitan.

‎Perjuangan kemudian berlanjut ke seleksi tingkat Kabupaten Katingan pada 4 Mei 2026. Setelah berhasil melewati tahapan tersebut, tim SMAN 2 Katingan Kuala melanjutkan perjuangan ke tingkat Provinsi Kalimantan Tengah pada Juli 2026. Hasilnya, mereka kembali meraih Juara I dan berhak membawa nama Kalimantan Tengah ke tingkat nasional.


‎Saat mengetahui akan berangkat ke Jakarta, perasaan Riswati dan rekan-rekannya bercampur antara senang, bangga dan gugup. Mereka menyadari bahwa di tingkat nasional akan berhadapan dengan sekolah-sekolah terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.

‎Perjalanan menuju Jakarta pun menjadi pengalaman tersendiri. Dari sekolah menuju ibu kota Kabupaten Katingan membutuhkan waktu sekitar enam jam, kemudian dilanjutkan menuju ibu kota provinsi sekitar dua setengah hingga tiga jam, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

‎Perjalanan panjang tersebut turut menguras kondisi fisik tim. Bahkan, salah seorang anggota tim mengalami penurunan kondisi kesehatan dan harus mendapatkan perawatan serta menjalani masa pemulihan. Kondisi itu sempat membuat seluruh anggota tim merasa khawatir.

‎Riswati bersyukur karena pihak MPR RI memberikan perhatian dan respons yang baik dengan menyediakan penanganan medis bagi peserta yang membutuhkan. Namun, ketika grand final berlangsung, salah satu anggota tim masih dalam masa pemulihan sehingga mereka harus bertanding hanya dengan sembilan peserta.

‎Situasi tersebut sempat membuat Riswati dan rekan-rekannya semakin tegang. Mereka telah mempersiapkan pertandingan dengan formasi lengkap, tetapi kondisi mengharuskan mereka berjuang dengan jumlah anggota yang lebih sedikit.

‎Meski demikian, mereka memilih untuk saling menguatkan. Bagi Riswati, perjuangan yang telah dilakukan sejak April tidak boleh berakhir hanya karena menghadapi satu tantangan.

‎“Kami ingin tetap bertanding untuk teman kami, untuk guru pembimbing, untuk sekolah, dan untuk Kalimantan Tengah,” ungkapnya.

‎Pada babak grand final, perjuangan kembali diuji. Tim SMAN 2 Katingan Kuala sempat tertinggal dalam perolehan poin. Namun, Riswati bersama rekan-rekannya berusaha menjaga ketenangan dan tidak larut dalam tekanan.

‎Memasuki babak rebutan, peluang untuk mengejar ketertinggalan mulai terbuka. Dengan tetap menjaga fokus dan kekompakan, mereka berusaha menjawab setiap pertanyaan sebaik mungkin hingga perlahan mampu mengumpulkan poin.

‎Hingga akhirnya, perjuangan tersebut berbuah manis. SMAN 2 Katingan Kuala berhasil mengoleksi 140 poin dan dinobatkan sebagai Juara I LCC 4 Pilar MPR RI Grand Final Nasional Tahun 2026.

‎“Ketika akhirnya diumumkan bahwa SMA Negeri 2 Katingan Kuala memperoleh 140 poin dan menjadi Juara I, jujur, perasaan kami saat itu sangat sulit untuk digambarkan. Rasanya semua rasa lelah, perjalanan panjang, latihan, rasa takut, ketegangan dan semua tantangan yang kami lalui selama ini terbayar,” kata Riswati.

‎Bagi Riswati, kemenangan tersebut bukan hanya tentang sebuah piala atau gelar juara. Perjalanan panjang menuju podium nasional telah mengajarkan banyak hal, mulai dari pentingnya kerja keras, disiplin, keberanian menghadapi tekanan, hingga arti sebuah kerja sama.

‎Ia juga menyadari bahwa keberhasilan tersebut tidak mungkin diraih seorang diri. Di balik prestasi tim terdapat peran guru pembimbing yang terus mendampingi, sekolah yang memberikan dukungan, orang tua yang selalu memberikan doa dan semangat, serta seluruh anggota tim yang berjuang bersama sejak awal.

‎Sebagai siswa yang berasal dari daerah, Riswati berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi pelajar lain di Kalimantan Tengah agar tidak minder untuk bermimpi dan berprestasi di tingkat nasional.

‎“Kami mungkin berasal dari daerah yang jaraknya cukup jauh dan harus melalui perjalanan panjang untuk sampai ke tingkat nasional. Tetapi perjalanan ini membuktikan kepada kami bahwa dari mana pun kita berasal, kita tetap bisa berprestasi jika mau berusaha, terus belajar dan tidak mudah menyerah,” tegasnya.

‎Riswati juga mengajak generasi muda Kalimantan Tengah untuk tidak takut bermimpi besar. Menurutnya, setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang dan berprestasi selama mau menjalani proses, belajar dari kegagalan dan terus berusaha ketika menghadapi kesulitan.

‎Selain pengalaman berkompetisi, mengikuti LCC 4 Pilar MPR RI juga memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai kebangsaan. Bagi Riswati, kegiatan tersebut membuat mereka semakin memahami pentingnya persatuan dan makna Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

‎“Kami tidak hanya belajar untuk berkompetisi, tetapi juga semakin memahami nilai-nilai kebangsaan, pentingnya persatuan dan makna Bhinneka Tunggal Ika bagi Indonesia,” ujarnya.

‎Kini, gelar Juara I nasional menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan Riswati dan rekan-rekannya. Ia berharap prestasi tersebut bukan menjadi akhir, melainkan menjadi awal untuk terus belajar, berkembang dan membawa nama baik SMAN 2 Katingan Kuala serta Kalimantan Tengah di berbagai kesempatan berikutnya.

(Rzn/Foto: Media Disdik)