Sukamara – Kehadiran Jembatan Garuda berada di Desa Jihing, Kecamatan Balai Riam, Kabupaten Sukamara, membawa perubahan nyata bagi masyarakat di wilayah perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Tidak hanya memangkas waktu tempuh perjalanan, keberadaan jembatan tersebut juga membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk dalam memperoleh layanan pendidikan.
Gambaran perubahan itu disampaikan langsung oleh Febrian Sibarani, siswa asal Desa Jihing yang lahir di Balai Riam pada 2010. Di hadapan Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran saat berkunjung ke SMAN 1 Balai Riam, Kamis (27/8/2026), Febrian menceritakan kondisi masyarakat sebelum Jembatan Garuda dibangun.
“Sebelum ada jembatan, kami harus memutar lewat Kalbar sekitar satu setengah jam, jadi kami berangkat dari rumah ke sekolah mulai pukul 05.00 WIB. Sekarang dengan adanya jembatan, sekitar 30 menit sudah bisa sampai,” tutur Febrian.
Menurutnya, perubahan akses tersebut sangat dirasakan masyarakat karena perjalanan yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih panjang kini menjadi jauh lebih mudah. Bagi pelajar, akses transportasi yang semakin terbuka turut memberikan kemudahan untuk menjangkau sekolah dan berbagai fasilitas pendidikan di kawasan Balai Riam.
Keberadaan Jembatan Garuda pun menjadi bagian penting dari upaya membuka keterisolasian wilayah sekaligus memperkuat konektivitas masyarakat. Dengan jarak tempuh yang semakin singkat, akses pendidikan dan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih terbuka, sehingga pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan diharapkan terus memberikan manfaat langsung bagi generasi muda dan masyarakat Kalteng maupun Kalbar.
(Rzn/Foto: Media Dsdik)
Baca juga : Bupati Sukamara,Masduki :Fasilitas Pendidikan Lengkap, Pelajar Kalbar Pilih Bersekolah di Kalteng
Baca juga : Tiga Jenderal Turun ke Sekolah Perbatasan Kalteng-Kalbar, Ada Apa?
Baca juga : Sempat Tertinggal di Grand Final, Riswati dan Tim SMAN 2 Katingan Kuala Bangkit hingga Juara Nasional