Palangka Raya – Program digitalisasi pendidikan yang digencarkan Pemprov Kalteng dibawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah mendapat sorotan publik, terutama terkait kondisi sejumlah daerah yang masih menghadapi keterbatasan listrik dan jaringan internet. Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menegaskan bahwa seluruh sekolah di bawah kewenangan Disdik Kalteng seperti SMA/SMK/SKH telah terfasilitasi secara digital atau ter digitalisasi 100%.
Menurut Reza, pihaknya memiliki komitmen kuat menjadikan sekolah sebagai pusat peradaban di setiap wilayah, termasuk di daerah terpencil yang sempat melaporkan mengalami keterbatasan infrastruktur dasar.
“Kami berharap sekolah itu menjadi pusat peradaban yang ada di setiap wilayah kita. Kenapa pusat peradaban? Karena di sekolah saat ini, SMA, SMK, dan SKH se-Kalteng semuanya sudah terdigitalisasi 100 persen,” ujar Reza dalam dialog pada program Hallo RRI, Senin (20/4/2026).
Ia memastikan, tidak ada lagi sekolah yang tidak mendapatkan akses listrik maupun internet. Untuk wilayah yang belum terjangkau listrik, Gubernur H. Agustiar Sabran telah menyediakan panel surya, sementara untuk akses internet digunakan layanan berbasis satelit seperti Starlink.
“Tidak ada sekolah yang tidak dialiri listrik, yang tidak ada listrik kita kasih panel solar. Yang tidak ada internet kita kasih Starlink, dan semuanya sudah terhubung satu sama lain,” jelasnya.

Lebih jauh, Reza menuturkan bahwa keberadaan fasilitas digital di sekolah justru memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar. Di sejumlah daerah yang masih blankspot, sekolah menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan desa hingga pertemuan tingkat kecamatan.
“Sekolah itu bisa membantu masyarakat sekitar. Starlink dan panel solar kita sering dipinjam masyarakat, bahkan papan tulis interaktif juga digunakan untuk rapat desa atau kegiatan penting lainnya,” ungkapnya.
Dengan langkah tersebut, Gubernur H. Agustiar Sabran tidak hanya menghadirkan pemerataan akses pendidikan berbasis teknologi, tetapi juga mendorong sekolah menjadi simpul kemajuan dan pelayanan publik di wilayah pedalaman.
(Rzn/Foto: Media Disdik)
Baca juga : Atasi Penumpukan Guru di Kota, Disdik Kalteng Terapkan Pembelajaran Hybrid
Baca juga : D1 Pertanian Segera Dibuka di UMP, Lulusan Disiapkan Langsung Kerja Dukung Program Cetak Sawah
Baca juga : Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Program Pendidikan, Disdik Kalteng Pastikan Layanan Tetap Maksimal