SAMPIT – Semangat transformasi pendidikan berbasis teknologi kembali digaungkan MGMP Geografi SMA/MA “Meander” Kabupaten Kotawaringin Timur melalui kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru Geografi Tahun 2026 yang digelar di Aula Hasupa Hapakat SMA Negeri 3 Sampit, Jalan Gunung Kerinci Nomor 3, Sampit, Jumat (23/5/2026).

‎Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat kualitas dan profesionalisme guru Geografi di tengah percepatan transformasi pendidikan nasional yang kini semakin dipengaruhi perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, serta dinamika pembelajaran abad ke-21.

‎Puluhan guru Geografi SMA dan MA dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Timur tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan adanya kesadaran kolektif di kalangan pendidik mengenai pentingnya peningkatan kompetensi secara berkelanjutan guna menjawab tantangan pendidikan modern yang semakin kompleks dan kompetitif.

‎Ketua MGMP Geografi SMA/MA “Meander” Kabupaten Kotawaringin Timur, Muhammad Isa A, menegaskan bahwa dunia pendidikan saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat sehingga guru tidak lagi bisa bertahan dengan pola pembelajaran konvensional.

‎Menurutnya, guru harus mampu beradaptasi dengan perubahan paradigma pendidikan global yang menitikberatkan pada kreativitas, inovasi, kolaborasi, serta penguasaan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

‎“Perubahan dunia pendidikan berlangsung sangat cepat. Guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik. Literasi digital dan pembelajaran mendalam menjadi fondasi penting dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, kreatif, dan berorientasi pada penguatan karakter serta kompetensi abad ke-21,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan bahwa pendidikan modern tidak lagi hanya berorientasi pada penyampaian materi semata, tetapi juga menekankan pembangunan kompetensi peserta didik secara menyeluruh, baik aspek kognitif, afektif, maupun keterampilan berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking skills (HOTS).

‎Karena itu, guru Geografi dituntut mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, serta relevan dengan perkembangan zaman agar peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, dan kolaborasi.

‎Muhammad Isa A juga menegaskan bahwa MGMP Geografi SMA/MA Kabupaten Kotawaringin Timur terus mendorong penguatan kompetensi guru melalui berbagai program akademik dan pelatihan profesional. Pengembangan literasi digital, pemanfaatan platform pembelajaran berbasis teknologi, implementasi pendekatan deep learning, hingga penguatan student centered learning menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan di lingkungan MGMP Geografi Kotim.

‎Dalam kegiatan tersebut, MGMP menghadirkan narasumber nasional, Lynis Mindarwati yang dikenal aktif dalam pengembangan inovasi pendidikan digital dan peningkatan kompetensi guru di Indonesia.

‎Dalam paparannya, Lynis Mindarwati menjelaskan bahwa konsep deep learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Pendekatan ini tidak sekadar menekankan hafalan materi, tetapi lebih berorientasi pada pemahaman konseptual, kemampuan reflektif, analisis kritis, kreativitas, serta kemampuan menyelesaikan persoalan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

‎Menurutnya, tantangan pendidikan era digital mengharuskan guru melakukan transformasi pedagogik secara menyeluruh. Guru tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, melainkan sebagai fasilitator, motivator, dan penggerak ekosistem pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif.

‎“Guru harus mampu menghadirkan pembelajaran yang mampu mengaktifkan peserta didik untuk berpikir, mengeksplorasi, berdiskusi, dan menemukan pengetahuan secara mandiri. Teknologi seharusnya menjadi alat untuk memperkuat kualitas pembelajaran, bukan menggantikan esensi pendidikan itu sendiri,” jelasnya.

‎Selain membahas konsep deep learning, materi yang disampaikan juga menyoroti pentingnya penguatan literasi digital bagi tenaga pendidik. Dalam konteks pendidikan modern, kemampuan memahami, mengevaluasi, memanfaatkan, serta memproduksi informasi digital secara kritis dipandang sebagai kompetensi fundamental yang wajib dimiliki guru.

‎Suasana kegiatan berlangsung dinamis dan penuh semangat kolaboratif. Para peserta aktif mengikuti diskusi, berbagi pengalaman, serta menyampaikan berbagai tantangan implementasi pembelajaran digital di sekolah masing-masing.


‎Berbagai gagasan mengenai pengembangan media pembelajaran digital, strategi pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan teknologi geospasial, hingga penguatan karakter peserta didik melalui pembelajaran Geografi turut menjadi topik diskusi yang menarik perhatian peserta.

‎Melalui kegiatan ini, MGMP Geografi SMA/MA Kabupaten Kotawaringin Timur berharap mampu memperkuat ekosistem pendidikan yang inovatif, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

‎Penguatan kompetensi guru secara berkelanjutan diyakini menjadi salah satu kunci utama dalam menciptakan kualitas pembelajaran yang unggul dan berdaya saing global. Di tengah tantangan era digital dan revolusi industri 4.0, guru diharapkan mampu menjadi agen perubahan pendidikan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga mampu membangun karakter, kreativitas, serta daya saing generasi muda Indonesia.

(Rzn/Foto: Media Disdik)