‎Palangka Raya – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan ekstrakurikuler catur di sekolah, seiring dengan terpilihnya Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran sebagai Ketua Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB PERCASI).

‎Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan apresiasi atas amanah yang diemban Gubernur tersebut. Ia menilai, momentum ini menjadi peluang besar bagi Kalimantan Tengah untuk tampil sebagai daerah percontohan dalam pengembangan catur di lingkungan pendidikan.

‎“Tentu kita mengapresiasi, Alhamdulillah saat ini Pak Gubernur menjadi Ketua Umum PB PERCASI yang membawahi seluruh provinsi di Indonesia. Kita jangan sampai malu, kalau bisa justru harus jadi pilot project,” ujarnya saat ditemui awak media di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Jumat (17/4/2026).

‎Menurut Reza, gagasan menghadirkan catur sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah bukan sekadar untuk mengejar prestasi dalam kompetisi, tetapi memiliki nilai edukatif yang sangat kuat dalam pembentukan karakter dan pola pikir siswa.

‎Ia menjelaskan, permainan catur mengandung banyak filosofi kehidupan yang dapat melatih kemampuan berpikir kritis serta pengambilan keputusan yang matang.

‎“Pak Gubernur menginginkan catur masuk ke sekolah karena catur mengajarkan banyak hal, mulai dari filsafat, critical thinking, hingga melatih anak-anak untuk berpikir sebelum bertindak,” jelasnya.

‎Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa catur dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi perkembangan intelektual peserta didik. Dengan pendekatan yang tepat, kegiatan ini diyakini mampu meningkatkan konsentrasi, strategi, serta ketahanan mental siswa.

‎“Banyak hal positif yang bisa didapat dari catur. Jadi bukan hanya untuk lomba prestasi, tapi juga untuk membentuk cara berpikir anak-anak kita,” tambahnya.

‎Dinas Pendidikan, lanjut Reza, siap mendukung penuh implementasi program tersebut di sekolah-sekolah, baik dari sisi kebijakan maupun pengembangan kegiatan ekstrakurikuler yang terarah dan berkelanjutan.

‎Program ini diharapkan tidak hanya melahirkan atlet catur berprestasi, tetapi juga generasi muda yang memiliki kemampuan berpikir kritis, strategis, dan visioner dalam menghadapi tantangan masa depan.

‎Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari inovasi pendidikan di Kalimantan Tengah, yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter dan kecerdasan berpikir peserta didik melalui pendekatan yang kreatif dan inspiratif.

(Rzn/Foto: Media Disdik)