Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran mendorong para murid tetap disiplin dan aktif belajar meski proses pembelajaran berlangsung melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Menurutnya, perubahan pola belajar tidak boleh menjadi alasan bagi murid untuk kehilangan semangat dan kedisiplinan.

Hal tersebut disampaikan Agustiar ketika berdialog langsung dengan para murid melalui Kelas Digital Huma Betang menggunakan Interactive Flat Panel (IFP) dari Media Center Posko Karhutla yang berada di halaman Rumah Jabatan Gubernur, Istana Isen Mulang, Rabu (9/9/2026).

Salah seorang siswa bahkan meminta tips agar tidak malas dan terlambat bangun selama mengikuti PJJ. Gubernur menjawab bahwa kedisiplinan harus dimulai dari kebiasaan sederhana, salah satunya dengan mengatur waktu istirahat. Ia mengingatkan murid agar tidak terlalu sering begadang apabila tidak memiliki kegiatan yang bermanfaat. “Trik yang pertama, jangan sering-sering begadang,” kata Agustiar.

Menurutnya, murid perlu membangun mindset disiplin, mulai dari bangun pagi, beribadah sesuai keyakinan, berolahraga, hingga mempersiapkan diri mengikuti pembelajaran. Pola hidup yang seimbang akan membantu menjaga kebugaran sekaligus konsentrasi dalam belajar.

Dalam kegiatan tersebut, Agustiar juga menyinggung perkembangan pembelajaran digital dan penggunaan Interactive Flat Panel (IFP)  di sekolah. Ia ingin memastikan fasilitas digital yang diberikan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi proses pembelajaran.

Bagi Agustiar, teknologi hanyalah sarana. Hal terpenting tetap berada pada kemauan untuk belajar dan kemampuan guru dalam membimbing peserta didik.

“Di mana pun tempat Pak Gubernur, itu sekolah Pak Gubernur. Bertemu siapa pun Pak Gubernur, itu tempat Pak Gubernur belajar,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa belajar tidak mengenal batas ruang dan waktu. Baik melalui tatap muka maupun pembelajaran digital, murid tetap dituntut memiliki semangat, kedisiplinan, dan tanggung jawab untuk mempersiapkan diri menjadi generasi penerus Kalimantan Tengah.

(Rzn/Foto: Media Disdik)